BERITA TERKINI
PDJI Sumsel dan Komunitas Rapper Audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Palembang Bahas Polemik Event Musik

PDJI Sumsel dan Komunitas Rapper Audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Palembang Bahas Polemik Event Musik

PALEMBANG — Sejumlah pekerja seni musik yang tergabung dalam Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI) Sumatera Selatan bersama komunitas Rapper Kota Palembang menggelar audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Muhammad Hidayat, S.E., M.Si., Rabu (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi ruang bagi para musisi lokal menyampaikan aspirasi terkait polemik pelarangan hingga pencekalan sejumlah event musik DJ dan Hip Hop di Palembang yang belakangan menyita perhatian publik.

Para pekerja seni menilai situasi tersebut berdampak langsung terhadap ruang berkarya dan penghasilan, khususnya bagi DJ dan rapper yang selama ini mengandalkan pendapatan dari berbagai event hiburan dan pertunjukan musik.

Dalam audiensi, mereka juga menyampaikan keresahan atas munculnya anggapan negatif terhadap musik DJ dan Hip Hop setelah polemik mengenai larangan musik remix dalam beberapa kegiatan hiburan. Mereka berharap adanya kejelasan regulasi agar profesi DJ maupun rapper tidak disamaratakan dengan pelanggaran yang dilakukan oknum tertentu.

Menanggapi aspirasi itu, Muhammad Hidayat menyatakan hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) maupun Undang-Undang yang secara khusus melarang pertunjukan musik DJ ataupun rapper di Kota Palembang.

Ia menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara bijak agar tidak menghambat kreativitas generasi muda maupun perkembangan industri kreatif dan hiburan di Palembang. “Jangan sampai muncul kesalahpahaman yang akhirnya membuat ruang kreativitas anak muda menjadi terbatas. Kita ingin hiburan tetap berjalan, tetapi ketertiban masyarakat juga tetap dijaga,” ujarnya.

Hidayat menambahkan, DPRD Kota Palembang akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Pariwisata dan unsur pemerintah lainnya, untuk mencari solusi atas polemik tersebut.

Audiensi turut dihadiri DJ Qinoy Torsten, DJ Ardi dari PDJI Sumsel, Lezzi selaku perwakilan komunitas rapper, serta sejumlah rekan media. Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan pekerja seni musik agar industri musik dan hiburan tetap berkembang tanpa mengabaikan norma serta ketertiban masyarakat.