BERITA TERKINI
Papua Reggae Festival XI Diluncurkan di Nabire, Puncak Acara Dijadwalkan Oktober 2026

Papua Reggae Festival XI Diluncurkan di Nabire, Puncak Acara Dijadwalkan Oktober 2026

Nabire, 28 Maret 2026 — Papua Reggae Festival XI resmi diluncurkan di Nabire, Jumat (27/3/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan menuju perhelatan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Festival tersebut diposisikan sebagai ajang strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Papua Tengah. Kegiatan peluncuran dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), DPR Papua Tengah, DPRK Nabire, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Papua Tengah, serta ratusan masyarakat Kota Nabire.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Papua Tengah (Bapperida), menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival. Dalam sambutan, ia menilai musik reggae memiliki keterkaitan kuat dengan identitas masyarakat Papua, khususnya ras Melanesia.

“Musik reggae itu identik dengan kita orang Papua, ras Melanesia. Ini menjadi bagian dari jati diri yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Eliezer juga menyinggung kondisi cuaca saat acara berlangsung yang sempat diguyur hujan. Namun, menurutnya, hal itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat dan justru menjadi simbol kebersamaan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kita bersyukur, meskipun sempat hujan, acara tetap berjalan dengan baik. Ini menunjukkan semangat kita membangun Papua Tengah melalui seni dan budaya sangat kuat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan festival ini menjadi momentum untuk memberdayakan generasi muda dan seniman lokal di Papua Tengah. “Ini momen untuk memberdayakan anak-anak muda kita. Kalau bukan kita yang dorong potensi kita sendiri, siapa lagi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung pengembangan sektor seni dan musik melalui berbagai kegiatan resmi. Sebagai provinsi baru, Papua Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk membangun identitas melalui kolaborasi lintas daerah. Eliezer mengajak pihak-pihak dari delapan kabupaten di Papua Tengah untuk bersama-sama menyukseskan festival.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rencana jangka panjang untuk membawa musisi Papua Tengah tampil di tingkat internasional. Salah satu peluang yang disebut adalah rencana tampil di Bangkok, Thailand, pada 2027 melalui konsep “Papua Tengah Pride”.

Peluncuran Papua Reggae Festival XI ditandai dengan pelepasan balon oleh perwakilan pemerintah, DPR, DPD, serta para musisi yang hadir. Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, festival diharapkan menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas sekaligus penguatan identitas budaya di Papua Tengah.