JAKARTA — Penyanyi dan penulis lagu asal Thailand, pami, merilis single terbaru berjudul “cry jar”. Perilisan ini bertepatan dengan momen setelah ia dinobatkan sebagai “Best Hidden Gem of the Year” dalam ajang TOTY Music Awards di Thailand.
Di bawah label Juicey, pami menghadirkan lagu pop bernuansa ringan yang memuat tema patah hati dengan pendekatan sarkastik. Melalui “cry jar”, ia mengajak pendengar menilai ulang luka yang ditimbulkan dalam hubungan, namun dengan cara yang lebih terukur.
Dalam lagu tersebut, pami memperkenalkan konsep stoples sebagai “kompensasi emosional”. Ia menggambarkan setiap air mata yang jatuh akibat perlakuan pasangan sebagai kerugian yang, dalam narasi lagu, seolah harus dibayar lunas. Dengan cara itu, rasa sakit yang biasanya abstrak diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Jika kamu tidak ingin berusaha dalam cinta, maka baiklah! Bayar harganya. Setiap kali kamu membuatku menangis, air mata itu masuk ke dalam stoples sebagai bukti bahwa rasa sakit itu tidak menghilang—itu justru menumpuk,” ujar pami dalam keterangannya, Minggu, 5 April.
Proses kreatif “cry jar” ditulis saat pami mengikuti song camp di Sydney, Australia. Lingkungan baru disebut memberi inspirasi segar, termasuk dalam membangun kontras antara melodi yang ceria dan lirik yang menyentil.
Meski terdengar manis dan easy-listening, pami menegaskan lagu ini dimaksudkan sebagai “lelucon gelap” bagi mereka yang kerap meremehkan perasaan pasangannya. “Saya tidak ingin lagu ini terasa berat atau dramatis. Saya ingin lagu ini menjadi lelucon gelap yang mencerminkan kenyataan: jika seseorang terus menyakitimu tanpa peduli, kerusakan itu ada harganya,” imbuhnya.
Nama pami mulai dikenal di Thailand sejak debut pada 2024 lewat EP “out of nowhere”. Popularitasnya berlanjut setelah merilis album penuh “puffette” pada 2025 yang mendapat sambutan hangat.
Ia juga tercatat tampil di sejumlah festival, antara lain LaLaLa Festival di Indonesia, BiKN Shibuya di Jepang, serta Zandari Festa di Korea Selatan. Melalui “cry jar”, pami kembali menegaskan pendekatannya yang berani mengeksplorasi tema relasional secara jujur, namun tetap dikemas menghibur.

