BERITA TERKINI
PAMDI Jawa Tengah Jadwalkan Musda 11 Mei 2026 di DPRD Kota Salatiga

PAMDI Jawa Tengah Jadwalkan Musda 11 Mei 2026 di DPRD Kota Salatiga

Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPD PAMDI) Provinsi Jawa Tengah menjadwalkan Musyawarah Daerah (Musda) pada 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut rencananya digelar di ruang Mini Teater, gedung DPRD Kota Salatiga.

PAMDI merupakan organisasi resmi insan seniman dangdut yang dipimpin H. Rhoma Irama sebagai Ketua Umum DPP PAMDI. Organisasi ini sebelumnya bernama PAMMI.

Ketua Panitia Musda DPD PAMDI Jawa Tengah 2026, Havid Sungkar, S.H., didampingi Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah periode 2020–2025 Drs. Frans SP, menyampaikan bahwa Musda akan memuat sejumlah agenda. Di antaranya pemilihan Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah periode 2026–2031, penetapan program kerja, penilaian pertanggungjawaban DPD, serta penetapan DPD.

Peserta Musda akan melibatkan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAMDI yang telah resmi terbentuk di wilayah Jawa Tengah. Havid berharap, ketua terpilih nantinya mampu memimpin sesuai visi dan misi organisasi yang mengusung slogan “Bermusik dan Menghibur dengan Akhlak Mulia.”

Selain Musda, DPD PAMDI Jawa Tengah juga berencana membentuk DPC PAMDI di kabupaten/kota yang selama ini belum terbentuk. Rencana kegiatan lain meliputi penyelenggaraan lomba nyanyi dangdut untuk memunculkan penyanyi berbakat dari daerah, serta upaya advokasi hukum bagi seniman dangdut yang mengalami pelecehan saat tampil.

Havid juga menyampaikan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa musik dangdut dapat dinikmati semua kalangan dengan vokal yang baik dan kostum yang sopan, sehingga tampil elegan dan menarik. Ia menekankan pergelaran dangdut diharapkan berlangsung tanpa tawuran maupun konsumsi minuman keras.

Musda tersebut direncanakan dihadiri perwakilan PAMDI pusat, Gubernur Jawa Tengah yang dijadwalkan membuka acara, Kapolda Jawa Tengah, serta Dinas Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah. Havid menyebut musik dangdut merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia, karena musik dangdut Indonesia telah tercatat di UNESCO sebagai warisan budaya dunia.