Orkes Nunung CS merilis single terbaru berjudul “Ketemu” yang mengangkat pengalaman sehari-hari ketika seseorang kesulitan mencari barang penting, namun akhirnya mendapati barang tersebut sebenarnya tidak hilang, hanya lupa diletakkan di mana.
Unit musik dangdut pop asal Jakarta ini menilai hal-hal sepele justru kerap menyimpan cerita yang menarik untuk diolah menjadi lagu. Melalui “Ketemu”, mereka menghadirkan tema yang dekat dengan keseharian pendengar dalam balutan musik yang ringan dan jenaka.
Sejak terbentuk pada 2003 oleh sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia, Orkes Nunung CS dikenal lewat lagu-lagu bernuansa humor yang mengambil inspirasi dari kejadian sehari-hari. Mereka menyebut pengaruh kelompok lawak seperti Warkop DKI dan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (PSP) sebagai bagian yang membentuk karakter musikal dan pendekatan satir mereka.
Saat ini, Orkes Nunung CS diperkuat Nurul Huda atau Nanang, Kamal Rasyid, Jebal, Budi Ulia, Anwar, Arip Saripudin, dan Robby Sucipta. Mereka mengembangkan identitas musik yang memadukan unsur orkes tradisional dengan berbagai genre lain, disertai pertunjukan yang humoris dan ceria.
Secara musikal, “Ketemu” menawarkan eksplorasi yang tidak lazim untuk musik orkes. Lagu ini memadukan elemen psikedelik, dub yang bergema, serta lapisan vokal latar dari Mentari Novel yang memberi nuansa surealis pada komposisinya.
Nanang, gitaris Orkes Nunung CS, berharap lagu ini memancing reaksi spontan dari pendengar karena temanya terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. “Semoga setelah mendengarkan lagu ini kalian bisa bilang ‘iya lagi’ atau ‘kepikiran aja lagi dijadiin lagu’,” ujarnya.
“Ketemu” dirilis di seluruh platform streaming digital pada 7 Juni 2026. Lagu ini menjadi bagian dari album ketiga Orkes Nunung CS bertajuk Data Hilang Rekam Ulang yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.
Perilisan single tersebut juga menjadi bagian dari perayaan 23 tahun perjalanan Orkes Nunung CS di industri musik. Selain tersedia secara digital, peluncuran “Ketemu” turut dirayakan melalui acara langsung di Coma, M Bloc Space, Jakarta Selatan, sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang grup yang konsisten mengolah humor dan keseharian menjadi musik sejak awal 2000-an.