BERITA TERKINI
Deezer Rilis Alat Gratis untuk Cek Lagu Buatan AI, Ramai Dibahas Usai Tren “My Little Bolu Ketan (MBG)”

Deezer Rilis Alat Gratis untuk Cek Lagu Buatan AI, Ramai Dibahas Usai Tren “My Little Bolu Ketan (MBG)”

Jakarta — Lagu “My Little Bolu Ketan” atau “Mas Bahlil Ganteng” (MBG) belakangan ramai beredar di berbagai layanan musik digital. Dengan lirik yang mudah diingat dan irama ceria, lagu ini sempat menjadi tren di media sosial dan memunculkan pertanyaan di kalangan publik: apakah lagu tersebut dibuat oleh musisi manusia atau merupakan karya kecerdasan buatan (AI)?

Rasa penasaran itu muncul di tengah meningkatnya jumlah musik buatan mesin yang masuk ke platform streaming. Deezer mencatat 44% dari seluruh lagu baru yang masuk ke sistem mereka merupakan karya AI. Angka tersebut setara sekitar 75.000 lagu buatan AI per hari, atau lebih dari 2 juta lagu per bulan.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran, mulai dari potensi pelanggaran hak cipta hingga dugaan praktik kecurangan untuk memanen streaming. Dalam konteks itu, Deezer meluncurkan alat pendeteksi musik AI yang dapat diakses gratis oleh publik.

Menurut Deezer, alat ini mampu memindai daftar putar dalam 27 bahasa dan mendukung 20 platform populer, termasuk Spotify, Apple Music, SoundCloud, dan YouTube Music. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa memeriksa apakah lagu-lagu di playlist mereka—termasuk lagu yang sedang viral—terdeteksi sebagai buatan AI atau bukan.

Cara menggunakan alat pendeteksi musik AI Deezer

Deezer menjelaskan, proses pengecekan dapat dilakukan melalui beberapa langkah:

1) Buka situs resmi alat pendeteksi musik AI milik Deezer.

2) Pilih layanan musik yang digunakan, misalnya Spotify atau YouTube Music.

3) Berikan izin akses agar sistem dapat membaca playlist.

4) Setelah daftar putar dimuat, sistem akan memindai setiap lagu di dalamnya.

5) Hasil pemindaian akan menampilkan lagu-lagu yang terdeteksi sebagai karya buatan AI dan dapat dibagikan.

Deezer juga menerapkan kebijakan berbeda dibanding sejumlah platform lain. Jika beberapa layanan hanya memberi label pada konten yang terindikasi dibuat AI, Deezer menyatakan lagu yang terdeteksi sebagai karya AI tidak akan dimunculkan dalam rekomendasi maupun daftar putar kurasi redaksi.

“Selama 1,5 tahun terakhir, Deezer telah memimpin dalam hal transparansi dengan mendeteksi dan memberi tanda pada musik buatan AI. Karena belum ada pihak lain yang mengikuti langkah ini, kami memutuskan agar semua orang bisa mengecek playlist mereka, di mana pun mereka mendengarkan musik,” ujar CEO Deezer, Alexis Lanternier.

Perusahaan menyebut tengah mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk pembaruan aturan penyedia konten hingga penghapusan konten, mengikuti langkah Bandcamp yang melarang musik buatan AI sepenuhnya pada awal tahun ini.

Meski jumlah lagu buatan AI meningkat, Deezer mencatat tingkat pendengaran publik terhadap konten tersebut masih rendah, sekitar 1% hingga 3% dari total penayangan. Deezer juga menyatakan sekitar 85% dari penayangan lagu buatan AI terindikasi sebagai kecurangan, sehingga tidak mendapatkan pembayaran hak cipta dari platform.