PONTIANAK — Ribuan warga memadati panggung hiburan perhelatan Naik Dango di halaman Rumah Radakng, Kamis malam, 24 April 2026. Penampilan Grup Musik Orkes Bahagia (OB) membuat suasana semakin meriah, dengan penonton ikut bergembira dan berjoget bersama.
Di tengah tren musik masa kini, musik bergenre orkes disebut kian jarang dimainkan, terutama oleh kalangan muda. Genre ini pernah populer pada era 1980-an hingga 1990-an, dengan sejumlah grup orkes yang dikenal luas pada masa itu.
Dalam penampilannya, OB membawakan lagu-lagu bernuansa orkes yang dekat dengan keseharian. Saat lagu “Judul-judulan” dimainkan, penonton terlihat larut, bernyanyi bersama, dan menari mengikuti irama. OB juga membawakan lagu khas Dayak, “Patamuan Dara Basule” dan “Sagalas” featuring Freasela, yang diaransemen dengan balutan orkes. Penonton pun ikut bernyanyi.
Usai tampil, salah satu pentolan OB, Hery Lolo, mengaku senang dengan antusiasme penonton pada hiburan Naik Dango tahun ini. Ia mengatakan tidak menyangka ribuan orang ikut berjoget dan bernyanyi bersama.
Menurut Hery, OB hadir sebagai upaya agar musik orkes tidak hilang ditelan zaman. Ia menilai respons penonton di Naik Dango menjadi bukti bahwa musik orkes masih mudah diterima berbagai kalangan.
Hery juga menyampaikan bahwa OB tidak menargetkan ketenaran. Bagi mereka, hal terpenting adalah bermain musik dengan bahagia dan menularkan kebahagiaan itu kepada penonton. OB, kata dia, tidak memilih-milih panggung, dari acara besar hingga tampil di pos kamling sekalipun.
Ke depan, OB disebut tengah menggarap beberapa lagu orkes. Hery menjelaskan, lirik-lirik yang diusung cenderung ringan dan banyak terinspirasi dari persoalan sosial di masyarakat, dengan harapan pendengar dapat terhibur.