Jakarta—Band asal Amsterdam, Belanda, Nusantara Beat, menjadi perbincangan di media sosial belakangan ini. Perhatian publik muncul karena grup bergenre psychedelic tersebut kerap membawakan lagu-lagu berbahasa Indonesia dalam berbagai penampilannya.
Nusantara Beat dipastikan tampil dalam festival musik The Sound Project 2026. Festival itu dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Ecovention dan Ecopark Ancol, Jakarta.
Selain tampil di festival, Nusantara Beat juga disebut datang ke Indonesia dengan rencana menggelar pertunjukan eksklusif. Kabar tersebut turut disambut sejumlah musisi. Iga Massardi, misalnya, meninggalkan komentar pada unggahan The Sound Project. “POL,” tulisnya, Kamis (2/4/2026).
Nusantara Beat beranggotakan Jordy Sanger (gitar), Megan de Klerk (vokal), Michael Joshua (bas), Rouzy Portier (gitar dan kibor), Sonny Groeneveld (drum), serta Gino Groeneveld (perkusi). Kehadiran mereka menarik perhatian karena Megan de Klerk menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan dinilai terdengar fasih.
Grup ini telah merilis album debut bertajuk Nusantara Beat yang berisi 11 lagu. Musiknya disebut memiliki karakter unik dan memberi kesan nuansa era 1970-an. Daftar lagu dalam album tersebut antara lain Ke Masa Lalu, Kelangkang, Di Pantai, Bunga Mekar, Ular Ular, Kupu Kupu, Gapura, Hilang Kendali, Tamat, Bakar, dan Cinta Itu Menyakitkan.
Selain materi album, Nusantara Beat juga merilis lima single lain, yakni Djanger, Sifat Manusia, Mang Becak, Layung, dan Kota Bandung. Lirik-lirik mereka kerap dikaitkan dengan kondisi di Indonesia dan kehidupan masyarakatnya.
Di luar Indonesia, Nusantara Beat juga disebut telah dikenal di Eropa dan tengah menjalani rangkaian konser. Wilayah yang akan mereka sambangi meliputi Belanda, Perancis, Inggris, dan Australia.

