Raja Giannuca atau Nuca menceritakan awal perjalanannya menekuni dunia musik. Penyanyi yang dikenal lewat ajang Indonesian Idol itu mengaku, pada mulanya ia tidak memiliki ketertarikan besar terhadap musik dan justru lebih menyukai aktivitas olahraga, terutama sepak bola.
Nuca mengatakan, sejak kecil ia banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan di luar ruangan. Pada periode itu, dua kakaknya sudah lebih dulu bermain musik, sementara dirinya masih fokus bermain bola. “Awalnya nya tuh Nuca suka sepak bola, memang hal-hal yang benar-benar aktif di luar lapangan banget. Dan pada saat itu kebetulan dua kakak Nuca sudah bermain music, tapi Nuca masih main bola,” ujarnya, dikutip dari Pagi Pagi Ambyar, Selasa (7/4/2026).
Situasi di rumah kemudian membuat Nuca perlahan berkenalan dengan alat musik. Ia menyebut, orang tuanya ingin ia memiliki kegiatan lain selain sepak bola. “Pada saat itu mungkin orang tua ngeliat Nuca nganggur kali pas kecil jadi kayak diajarin music. Pertama kali tuh sempat diajarin bas, gitar, piano, cuman akhirnya yang jatuh tuh bas,” ungkapnya.
Seiring waktu, pandangannya terhadap musik mulai berubah. Nuca menyebut titik balik terjadi saat ia duduk di kelas 1 SMP, ketika mengikuti sebuah ajang perlombaan. Dari pengalaman itu, ia mulai menyadari musik memiliki sisi menarik jika didalami. “Mungkin turning point nya adalah saat masuk kelas 1 SMP, dimana pada saat itu ikut satu ajang perlombaan dan setelah itu Nuca tau bahwa musik kalau di selami lebih dalam itu sangat-sangat menarik,” tuturnya.
Setelah momen tersebut, ketertarikan Nuca terhadap musik disebut terus tumbuh. Ia mulai menikmati proses belajar dan menjadikan musik sebagai bagian penting dalam hidupnya. “Jadi mungkin itu akhirnya yang buat Nuca suka sama musik dan tertarik sampai sekarang,” ucapnya.
Meski kini dikenal sebagai penyanyi muda berbakat, Nuca menegaskan perjalanannya tidak instan. Ia menyebut, ketertarikannya pada musik membutuhkan waktu hingga akhirnya ia benar-benar merasa cocok. “Dibilang sulit enggak, cuman cukup membutuhkan waktu yang cukup lama mungkin. Karena mungkin dulu saking jatuh cintanya sama sepak bola jadi Nuca belum terbayang pada saat itu apa yang Nuca lakukan,” tutupnya.

