Musikal “Mar” kembali dipentaskan pada 2026 dengan konsep produksi yang disebut lebih besar. Pertunjukan ini mengangkat kisah cinta, pengorbanan, dan keteguhan di tengah masa penuh gejolak, dengan latar peristiwa Bandung Lautan Api.
Cerita disampaikan melalui sudut pandang Nin yang mengenang masa mudanya. Dari ingatan tersebut, penonton diajak mengikuti hubungan romantis antara Mar—seorang prajurit—dan Aryati, sukarelawati rumah sakit. Relasi keduanya berkembang di tengah tekanan situasi perang, ketika tanggung jawab dan pilihan hidup menguji perasaan mereka.
Penggarapan musikal menjadi salah satu penopang utama pementasan. Di bawah arahan Dian HP sebagai direktur musik dan komposer, karya-karya Ismail Marzuki diolah kembali dengan sentuhan jazz yang dinamis, menghadirkan nuansa era klasik yang disebut mengingatkan pada gaya Glenn Miller. Pada pementasan 2026, Ava Victoria dipercaya memimpin sekaligus memainkan musik, yang disebut memberi warna baru pada keseluruhan pertunjukan.
Executive Producer “Mar”, Maera, menjelaskan pementasan ulang dilakukan karena ia ingin menghadirkan versi yang lebih matang sekaligus menjawab antusiasme publik. Ia menyebut ada sejumlah peningkatan pada berbagai aspek pertunjukan, termasuk penambahan enam pemain baru dalam jajaran pemeran.
“Mar” merupakan produksi ke-13 ArtSwara. Sebelumnya, musikal ini dipentaskan pada 26–28 Februari 2025 di Ciputra Artpreneur. Tahun ini, pertunjukan akan kembali digelar di venue yang sama pada 15–17 Mei 2026.
Sejumlah nama terlibat dalam produksi ini. Gabriel Harvianto memerankan tokoh Mar, sementara Galabby memerankan Aryati. Deretan pemain lain antara lain Bima Zeno Pooroe, Taufan Purbo, Chandra Satria, dan Sita Nursanti. Pementasan 2026 juga menghadirkan pemain tambahan seperti Tanta Ginting, Teza Sumendra, Renno Krisna, Devina Karyasasmita, dan Putri Indam Kamila.
Dari sisi pencapaian, karya ini tercatat meraih penghargaan Album Musikal Terbaik dan Aransemen Vokal Terbaik dalam 28th AMI Awards 2025. ArtSwara menyatakan pementasan ulang akan menghadirkan pengalaman yang lebih spektakuler, dengan tata suara yang lebih optimal, desain panggung lebih megah, serta aransemen musik yang semakin kuat.
Cerita “Mar” dikembangkan dari ide orisinal Maera, ditulis oleh Titien Watimena, dan disutradarai oleh Maera bersama Rusmedie Agus. Produser “Mar”, Rr. Firsty Dewi, menyampaikan komitmen ArtSwara untuk membangun ekosistem teater musikal di Indonesia dan berharap karya seperti “Mar” dapat menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan seni pertunjukan musikal.
Tiket pertunjukan “Mar” dapat dipesan melalui situs resmi ArtSwara.