Kelompok Bermain Mlebu Metu menjadwalkan pertunjukan seni bertajuk “Ngleremno Ati” di Amphiteater Critasena Senaputra, Jumat (8/5). Pertunjukan ini mengusung konsep performance art kolaboratif yang memadukan musik, puisi, monolog, visual mapping, hingga seni gerak untuk mengajak publik merefleksikan kondisi sosial Kota Malang.
Penyelenggara menyebut “Ngleremno Ati” tidak dirancang sebagai hiburan konvensional, melainkan ruang dialog dan refleksi. Melalui sejumlah segmen pertunjukan, penonton diajak melihat berbagai persoalan kota dari jarak yang lebih dekat dengan pendekatan artistik.
Salah satu gagasan yang diangkat adalah jargon “diskusi tanpa solusi”. Konsep ini dimaknai sebagai ajakan agar publik tidak terburu-buru menghakimi persoalan sosial, melainkan berupaya memahami realitas yang kerap luput dari perhatian.
Pertunjukan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB dan dibagi dalam beberapa segmen tematik. Selain penampilan musik dan performance art, acara juga menghadirkan sesi interaksi langsung dengan audiens bertajuk “saur manuk”.
Panitia menyampaikan seluruh elemen pertunjukan akan disusun secara emosional dan reflektif melalui perpaduan bunyi, gerak, coretan visual, serta teknologi video mapping yang merespons setiap adegan di atas panggung.
Sejumlah seniman dan budayawan Kota Malang turut terlibat dalam perhelatan ini, antara lain Djoko Saryono, Anto Baret, Winarto Ekram, Bejo Sandy, Priyo Sunanto Sidhy, dan Denny Mizhar. Koordinator komunitas kreatif yang terlibat menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menghidupkan ruang seni yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selain sebagai ruang ekspresi, pertunjukan ini didukung Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP melalui program Dana Indonesiana. Dukungan tersebut dinilai sebagai pengakuan terhadap gerakan budaya berbasis komunitas yang berkembang di Kota Malang.
Sejumlah pelaku industri kreatif lokal juga disebut ikut mendukung penyelenggaraan acara, di antaranya Holution, Imagine, Roemah Mlebu Metu, dan Malang Creative Fusion (MCF).
Kelompok Bermain Mlebu Metu merupakan kolektif seni asal Kota Malang yang aktif sejak 2021 dan dikenal mengusung eksplorasi bunyi, ruang, serta gerak dalam format performance art eksperimental. Melalui “Ngleremno Ati”, mereka berharap ruang seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium refleksi sosial dan penguatan kesadaran publik terhadap dinamika kehidupan perkotaan.