BERITA TERKINI
Minum Air Es Saat Demam: Aman, tetapi Bukan Pilihan Terbaik untuk Pemulihan

Minum Air Es Saat Demam: Aman, tetapi Bukan Pilihan Terbaik untuk Pemulihan

Banyak orang terbiasa mendapat nasihat untuk menghindari minuman dingin saat demam, mulai dari air es hingga es teh. Anjuran ini kerap terdengar sederhana, namun berkaitan dengan cara tubuh merespons suhu dan kebutuhan cairan selama sakit.

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal, umumnya lebih dari 38 derajat Celsius. Kondisi ini dapat muncul sebagai respons sistem imun dalam melawan infeksi, peradangan, atau masalah medis tertentu.

Saat demam, tubuh dapat kehilangan banyak cairan melalui keringat. Karena itu, menjaga asupan cairan menjadi hal penting untuk membantu mencegah dehidrasi, terutama ketika demam tinggi.

Di tengah kondisi tersebut, air dingin sering dipilih karena memberi sensasi segar. Namun, sensasi ini biasanya hanya sementara. Secara umum, minum air es saat demam tidak menjadi masalah selama tubuh masih bisa menerimanya. Meski begitu, air es dinilai bukan pilihan terbaik untuk membantu pemulihan, melainkan lebih berperan meredakan gejala sesaat.

Minuman bersuhu ruang atau hangat justru lebih direkomendasikan. Pada sebagian orang, minuman yang terlalu dingin dapat memicu reaksi menggigil. Reaksi ini bisa membuat tubuh menghasilkan panas tambahan, sehingga berpotensi menambah rasa tidak nyaman saat demam.

Selain itu, minuman yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara (vasokonstriksi) di area tenggorokan. Dampaknya bisa berupa sensasi tidak nyaman, memicu refleks batuk, atau iritasi ringan pada tenggorokan.

Jika demam disertai hidung tersumbat dan lendir kental, minuman hangat dinilai lebih membantu dibanding minuman dingin. Minuman hangat dapat membantu mengencerkan lendir sekaligus meredakan iritasi saluran pernapasan.

Secara keseluruhan, minuman bersuhu ruang, air hangat, maupun minuman elektrolit dianggap lebih mudah diterima tubuh, tidak memicu reaksi refleks pada sebagian orang, dan tetap efektif membantu mencegah dehidrasi selama demam dibanding air es.