Penyanyi sekaligus kreator konten Mindy Sabrina merilis single orisinal pertamanya berjudul “SHE DEVIL”. Lewat lagu ini, Mindy menunjukkan perubahan arah musik yang kontras dibanding karya-karya sebelumnya yang lekat dengan nuansa jazz dan Japanese city pop. Kali ini, ia memilih warna yang lebih gelap, teatrikal, dan dramatis.
“SHE DEVIL” disebut Mindy bukan sekadar lagu tentang godaan. Di dalamnya, ia mengangkat gagasan tentang agensi dan kekuatan perempuan melalui sudut pandang yang tegas. Terinspirasi dari literatur dark romance serta film klasik seperti Bram Stoker’s Dracula, lagu ini mengeksplorasi hubungan yang menempatkan perempuan sebagai sosok yang berkuasa, sekaligus menjadi pernyataan sikap dan refleksi pribadi.
“Aku memilih judul ‘SHE DEVIL’ karena ia merepresentasikan perempuan yang sering dilabeli sebagai sumber godaan. Alih-alih menolaknya, ia justru memeluk identitas itu dan mengubahnya menjadi kekuatan,” ujar Mindy. Ia menambahkan, lagu tersebut juga berbicara tentang pilihan untuk menerima sisi gelap diri sendiri sebagai bentuk kejujuran dalam relasi yang intim.
Dari sisi produksi, Mindy bekerja sama dengan produser sekaligus sahabatnya, JVSAN, untuk membangun fondasi musik yang lebih berat dan atmosferik. Eksplorasi ini disebut berbeda dari karakter produksi JVSAN sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada lo-fi dan R&B. Mindy mengungkapkan melodi utama lagu itu muncul pada pukul tiga dini hari setelah melewati masa kebuntuan kreatif yang cukup panjang.
Kolaborasi “SHE DEVIL” turut melibatkan lingkar pertemanan terdekatnya. Mas Adi mengisi bagian gitar dengan eksplorasi riff yang terinspirasi dari alternative metal, termasuk referensi gaya dari Sleep Token. Sementara itu, Mindy menggandeng Billy Yandere Cyrus sebagai pengisi suara untuk memperkuat sisi naratif. Kehadirannya terdengar pada bagian pembuka dan penutup lagu, yang disebut menambah intensitas suasana.
Seluruh elemen kemudian dirampungkan melalui proses mixing dan mastering oleh Ecang. Mindy menyebut dirinya lebih banyak berkomunikasi lewat rasa ketimbang istilah teknis, namun proses berjalan lancar berkat pemahaman yang kuat di dalam tim. Hasil akhirnya menghadirkan karakter audio yang penuh dan atmosferik.
Aspek visual “SHE DEVIL” juga dibangun dengan konsep khusus. Video musiknya digarap oleh Yusuf dengan estetika yang mengingatkan pada sinema era 1980-an, ditandai tekstur grainy dan dominasi warna merah. Referensi visualnya diambil dari pementasan teater Dracula versi 1920 karya Hamilton Deane, yang diterjemahkan ke dalam adegan simbolik seperti tarian waltz dan prosesi penobatan menggunakan pedang asli dari komunitas HEMA Club Indonesia.
Mindy turut terlibat langsung dalam perancangan tampilan visual, termasuk riasan yang terinspirasi dari figur seperti Carmilla dan Lilith. Salah satu detail yang ditonjolkan adalah perubahan pada mata karakter pria yang perlahan kehilangan cahayanya, untuk menggambarkan dominasi karakter “SHE DEVIL” tanpa simbol yang berlebihan.
Meski berbeda dari rilisan sebelumnya, Mindy menilai karya ini sebagai cerminan yang lebih autentik dari dirinya. Ia menggabungkan berbagai pengaruh, mulai dari musik metal, scoring film klasik, hingga elemen paduan suara bergaya Gregorian, yang kini menjadi dasar eksplorasi musikalnya.
Ke depan, Mindy mengisyaratkan “SHE DEVIL” bukan satu-satunya rilisan yang disiapkan. Ia mengaku telah menyiapkan materi lanjutan dan mengarah pada pengerjaan album penuh. “Aku sudah merencanakan langkah berikutnya bahkan sebelum lagu ini rilis. Aku sedang menuju sebuah album dan sudah mulai berbagi materi dengan beberapa produser,” ujarnya.
Single “SHE DEVIL” kini tersedia di berbagai layanan streaming digital, menandai langkah Mindy Sabrina dalam membangun dunia artistiknya melalui emosi, visual yang kuat, serta kendali penuh atas cerita yang ia sampaikan.