Pada 16 Mei mendatang, perhatian publik akan tertuju ke Wina (Vienna), kota tuan rumah edisi ke-70 Kontes Lagu Eurovision. Musim semi ini, Austria kembali menjadi tuan rumah setelah meraih kemenangan pada tahun lalu lewat JJ dengan lagu berjudul “Wasted Love”.
Austria tercatat telah mengoleksi tiga gelar juara Eurovision. Meski demikian, jumlah tersebut masih berada di bawah Swedia yang disebut sebagai negara dengan kemenangan terbanyak dalam kontes ini, dengan tujuh kemenangan dari 64 partisipasi sejak 1958. Menjelang penyelenggaraan edisi ke-70, berikut kilas balik tiga kemenangan Austria di Eurovision.
Udo Jürgens – “Merci, Chérie” (1966)
Kemenangan pertama Austria di Eurovision terjadi pada 1966 melalui Udo Jürgens. Ia membawakan lagu “Merci, Chérie” dan keluar sebagai juara, mengungguli 17 peserta lainnya.
Sebelum meraih gelar tersebut, Udo Jürgens sudah dua kali mewakili Austria. Pada 1964 ia menempati peringkat keenam lewat “Warum nur, warum?”, lalu finis keempat pada 1965 dengan “Sag ihr, ich lass sie grüßen”. Gelar juara baru diraihnya pada penampilan ketiga di 1966.
Conchita Wurst – “Rise Like a Phœnix” (2014)
Kemenangan kedua Austria datang pada 2014, salah satu yang paling dikenal dalam sejarah partisipasi negara itu. Austria diwakili Conchita Wurst, persona panggung dari penyanyi sekaligus drag queen Thomas (Tom) Neuwirth.
Lewat lagu “Rise Like a Phœnix”, Conchita Wurst memenangkan final Eurovision pada 10 Mei 2014 dengan 290 poin. Austria mengungguli The Common Linnets dari Belanda dan Sanna Nielsen dari Swedia.
JJ – “Wasted Love” (2025)
Austria kemudian menunggu hingga 2025 untuk meraih kemenangan ketiganya. Gelar itu diraih Johannes Pietsch, yang dikenal dengan nama panggung JJ, melalui lagu “Wasted Love”.
Secara total, “Wasted Love” memuncaki penilaian juri dengan 258 poin. Setelah memperoleh tambahan 178 poin dari penonton, JJ mengumpulkan 436 poin dan menjadi juara, mengalahkan Israel (357 poin) dan Estonia (356 poin).
Dengan status sebagai tuan rumah edisi ke-70, Austria kini kembali menjadi sorotan. Apakah negara ini akan menambah satu gelar lagi, akan terjawab pada penyelenggaraan Eurovision musim semi ini.

