BERITA TERKINI
Masayoshi Takanaka Umumkan Tur Global 2026, Gitar Surfboard Ikonik Kembali ke Panggung

Masayoshi Takanaka Umumkan Tur Global 2026, Gitar Surfboard Ikonik Kembali ke Panggung

Gitaris legendaris Jepang Masayoshi Takanaka mengumumkan kembalinya ia ke panggung internasional melalui tur global bertajuk Super Takanaka World Live 2026. Tur ini menjadi sorotan bukan hanya karena menandai rangkaian konser lintas negara, tetapi juga karena Takanaka kembali menampilkan gitar ikonik berbentuk papan selancar atau surfboard guitar yang lama dikenal penggemar.

Gitar berbentuk papan selancar itu disebut sempat tidak lagi muncul di panggung sejak pertengahan 2000-an. Dalam tur 2026, instrumen tersebut kembali digunakan setelah melalui proses restorasi, memunculkan nostalgia bagi penggemar lama yang mengaitkannya dengan era keemasan Takanaka yang identik dengan warna-warni dan gaya eksentrik.

Bagi penggemar, kemunculan kembali gitar tersebut tidak dipandang sekadar sebagai elemen visual. Instrumen itu dinilai merepresentasikan identitas musikal Takanaka yang dikenal ekspresif dan berbeda, sejalan dengan karakter musik city pop dan jazz fusion yang membesarkan namanya.

Tur ini juga disebut sebagai kembalinya Takanaka ke panggung internasional setelah hampir empat dekade. Sejumlah kota yang dijadwalkan disambangi antara lain London (O2 Academy Brixton), New York (Brooklyn Paramount), Chicago (Byline Bank Aragon Ballroom), dan San Francisco (The Masonic). Rangkaian tur akan ditutup dengan konser homecoming di Tokyo, tepatnya di LINE CUBE SHIBUYA, pada Mei 2026.

Pengumuman tur ini hadir di tengah meningkatnya kembali perhatian global terhadap city pop Jepang dalam beberapa tahun terakhir, seiring genre tersebut banyak ditemukan ulang oleh pendengar generasi baru melalui platform digital dan media sosial. Nama Masayoshi Takanaka pun kembali diperbincangkan di kalangan audiens yang lebih luas.

Selain tur, tahun 2026 juga diramaikan oleh rencana rilisan ulang piringan hitam (vinyl) dari katalog klasik Takanaka. Rilisan ulang ini diposisikan sebagai kesempatan bagi pendengar baru untuk mengenal karya-karyanya, sekaligus bagi penggemar lama untuk kembali menikmati musik dalam format analog.

Kembalinya Takanaka ke panggung dunia, bersama gitar surfboard yang menjadi salah satu simbolnya, menegaskan bagaimana karya musik dapat terus hidup dan ditemukan lintas generasi—dari era kaset, CD, hingga streaming—tanpa kehilangan identitas yang melekat pada sang musisi.