Duo folk-pop asal Pontianak, Manjakani, mengumumkan rangkaian tur album kedua mereka bertajuk Kami Berlayar Tur 2026. Tur ini menjadi fase awal perjalanan yang akan mengunjungi sejumlah kota dan kabupaten di Kalimantan Barat, dengan jadwal berlangsung dari akhir April hingga pertengahan Juni 2026.
Tur tersebut digelar untuk memperkenalkan album self-titled terbaru Manjakani sekaligus mendekatkan karya-karya baru mereka kepada pendengar di berbagai daerah. Mengusung tema “Kami Berlayar”, rangkaian ini diposisikan sebagai ajakan menyusuri perjalanan hidup melalui lagu-lagu yang mengangkat cerita relasi, kehilangan, harapan, serta dinamika batin manusia.
Perjalanan tur akan dibuka di Singkawang pada 30 April 2026 dan ditutup di Pontianak pada 12 Juni 2026. Di tengah rangkaian itu, Manjakani juga dijadwalkan singgah di Sambas, Sekadau, Sintang, dan Kubu Raya.
Berikut jadwal Kami Berlayar Tur 2026 Bagian 1: 30 April—Singkawang; 1 Mei—Sambas; 7 Mei—Sekadau; 8–9 Mei—Sintang; 12–13 Mei—Kubu Raya; 11–12 Juni—Pontianak.
Dalam pelaksanaannya, Manjakani menggandeng Toko Kami, jaringan kedai kopi asal Pontianak yang memiliki banyak cabang di Kalimantan Barat dan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Seluruh pertunjukan akan berlangsung di gerai Toko Kami di tiap kota, dengan konsep suasana intim yang memungkinkan interaksi lebih dekat antara musisi dan penonton.
“Melalui kolaborasi Manjakani dan Toko Kami, kami ingin menjangkau pendengar baru dari berbagai daerah, saling terhubung dan membangun hubungan baik tentunya. Tidak sabar ingin memainkan materi album baru ke teman-teman,” ujar gitaris Manjakani, Muhammad Taufan.
Selain konser, tur ini juga membawa misi edukatif melalui workshop penulisan lagu yang akan digelar di sejumlah SMA di setiap kota. Kegiatan tersebut dirancang untuk berbagi pengalaman seputar proses kreatif, teknik menulis lagu, sekaligus membuka ruang diskusi dengan pelajar yang berminat di bidang musik.
Vokalis Manjakani, Nabilla Syafani, mengatakan ia menantikan pertemuan dengan para pendengar serta kesempatan berbagi di sekolah-sekolah yang akan disinggahi. “Sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan pendengar Manjakani yang selama ini mendukung dari kejauhan, juga para siswa di setiap sekolah yang kami singgahi nanti untuk saling berbagi sedikit ilmu dalam menulis lagu, juga pengalaman yang mudah-mudahan bermanfaat,” ujarnya.
Dengan memadukan pertunjukan musik lintas kota, kolaborasi dengan komunitas lokal, serta program edukasi di sekolah, Kami Berlayar Tur 2026 disebut menjadi lebih dari sekadar tur album, melainkan ruang pertemuan antara karya, perjalanan, dan manusia.