Billie Eilish Pirate Baird O’Connell, penyanyi pop kelahiran 18 Desember 2001, dikenal lewat karakter vokal yang khas dan lirik yang kerap menyorot isu personal maupun sosial. Setelah mencuri perhatian sejak perilisan single “Ocean Eyes” pada 2015, Billie juga dikenal berani menyuarakan topik seperti perubahan iklim dan kesehatan mental.
Pada 13 Juli 2023, Billie merilis “What Was I Made For” sebagai bagian dari soundtrack film Barbie. Sejak dirilis, lagu ini menonjol karena nuansanya yang melankolis serta lirik yang mengangkat tema krisis identitas dan pencarian tujuan hidup—sebuah pengalaman yang terasa dekat bagi banyak pendengar.
Cuplikan lirik seperti “I used to float, now I just fall down” dan pertanyaan berulang “What was I made for?” menggambarkan perubahan emosi dari rasa yakin menjadi ragu. Dalam lagu ini, narator diceritakan pernah merasa bebas dan memahami arah hidupnya, namun kemudian terjebak dalam kebingungan, merasa tidak nyata, dan mempertanyakan makna dirinya.
Inti makna “What Was I Made For” berpusat pada kegelisahan eksistensial: seseorang yang kehilangan pegangan, tidak tahu bagaimana harus merasakan sesuatu, tetapi tetap ingin mencoba. Lirik “I don’t know how to feel / But I wanna try” menegaskan tarik-menarik antara mati rasa dan upaya untuk kembali terhubung dengan emosi.
Billie Eilish juga mengungkapkan bahwa lagu ini lahir ketika ia mengalami writer’s block berkepanjangan. Meski awalnya ditulis dari sudut pandang karakter Barbie, ia kemudian menyadari liriknya turut mencerminkan perasaannya sendiri, termasuk pengalaman berada di bawah sorotan publik dan proses mencari tujuan pribadi. Lagu ini juga disebut memuat kritik terhadap sistem patriarki yang memengaruhi cara perempuan menilai diri.
Secara emosional, lagu ini menggambarkan kesedihan, keraguan diri, dan kerinduan untuk menemukan kembali kebahagiaan. Bagian “Think I forgot how to be happy / Something I’m not, but something I can be” menampilkan pengakuan tentang hilangnya rasa bahagia, sekaligus harapan bahwa kebahagiaan masih mungkin diraih.
Dirilis sebagai balada intim dalam semesta Barbie, “What Was I Made For” dipandang berhasil menangkap perasaan bingung dan kehilangan arah—baik untuk karakter dalam film maupun pendengar yang sedang bergulat dengan pertanyaan serupa dalam hidup mereka.
Dari sisi pencapaian, lagu ini meraih lima nominasi di Grammy Awards ke-66 dan memenangkan Song of the Year serta Best Song Written for Visual Media. Selain itu, “What Was I Made For” juga memperoleh Golden Globe Award untuk Best Original Song dan Academy Award untuk Best Original Song.
Di balik proses kreatifnya, lagu ini ditulis Billie bersama kakaknya, Finneas O’Connell, dalam waktu singkat—sekitar satu hingga dua jam—setelah menonton cuplikan film Barbie, di tengah fase writer’s block yang cukup lama. Video musiknya disutradarai Billie sendiri, direkam dalam satu pengambilan gambar, dan menampilkan Billie mengenakan gaun kuning bergaya Barbie vintage. Kemenangan Oscar untuk lagu ini juga disebut menjadikan Billie sebagai artis termuda yang dua kali meraih penghargaan tersebut.

