Bruno Mars—nama panggung dari Peter Gene Hernandez—dikenal sebagai musisi multitalenta yang kerap melahirkan lagu-lagu populer dengan tema yang dekat dengan pendengar. Salah satu karyanya yang menonjol adalah “That’s What I Like”, lagu yang dirilis pada 30 Januari 2017 dan mendapat sambutan luas secara global.
Lewat “That’s What I Like”, Bruno Mars menyampaikan narasi tentang kebahagiaan, rasa percaya diri, dan upaya memanjakan pasangan. Liriknya dipenuhi gambaran gaya hidup mewah—mulai dari kondominium di Manhattan, rumah pantai di Miami, hidangan seperti lobster, hingga “strawberry champagne on ice”, perhiasan emas, dan perjalanan ke berbagai destinasi. Deretan simbol kemewahan itu menjadi cara sang penyanyi menggambarkan kesediaannya memberikan yang terbaik demi melihat pasangannya bahagia.
Namun, lagu ini tidak semata dipahami sebagai pamer materi. Pesan yang ditekankan adalah bentuk apresiasi: kebahagiaan pasangan ditempatkan sebagai prioritas, dan kemewahan diposisikan sebagai sarana untuk mengekspresikan perhatian. Dalam bagian lirik seperti “Anything you want (Just to put a smile on it)” dan “You deserve it, baby, you deserve it all”, Bruno Mars menegaskan komitmen untuk membuat orang yang dicintainya merasa dihargai.
Di sisi lain, “That’s What I Like” juga dapat dibaca sebagai ajakan menikmati hidup dan merayakan hubungan secara maksimal. Lagu ini memancarkan energi positif dan optimisme, dengan nuansa yang terasa ringan sekaligus hangat—membingkai kesenangan dan kenyamanan sebagai bagian dari cara merawat kedekatan emosional.
Keberhasilan “That’s What I Like” turut tercermin dari pencapaiannya di industri musik. Lagu ini meraih tiga Grammy Awards pada 2018, masing-masing untuk kategori Song of the Year, Best R&B Song, dan Best R&B Performance. Di tangga lagu, “That’s What I Like” juga menjadi lagu pertama Bruno Mars yang mencapai posisi nomor satu di Billboard Hot 100 sebagai artis solo sejak “Locked Out of Heaven” pada 2013.
Selain lagunya, video musik “That’s What I Like” juga dikenal karena konsep visual yang sederhana namun mudah diingat: Bruno Mars menari sendirian dengan latar animasi minimalis yang seolah berinteraksi dengan gerakannya. Dari sisi produksi, lagu ini melibatkan tim The Stereotypes serta Shampoo Press & Curl (nama samaran untuk Bruno Mars, Philip Lawrence, dan Christopher Brody Brown), yang menghadirkan nuansa R&B era 90-an dengan kemasan yang tetap terdengar segar dan modern.
Secara keseluruhan, “That’s What I Like” menempatkan kemewahan, romansa, dan rasa bangga atas pencapaian sebagai satu paket cerita. Melalui lirik yang ekspresif dan irama yang ceria, Bruno Mars membangun sebuah ode tentang memanjakan pasangan—bukan sekadar karena materi, melainkan sebagai bentuk perhatian dan perayaan cinta.