BERITA TERKINI
Makna Lagu “Pesan Terakhir” Lyodra: Kisah Melepas Orang Tercinta Demi Kebahagiaan

Makna Lagu “Pesan Terakhir” Lyodra: Kisah Melepas Orang Tercinta Demi Kebahagiaan

Lagu “Pesan Terakhir” yang dibawakan Lyodra Ginting dikenal sebagai balada perpisahan yang menyorot dilema ketika cinta harus berakhir. Dirilis pada 16 Juli 2021 bersamaan dengan peluncuran album debut Lyodra berjudul Lyodra, lagu ini menjadi trek kedelapan sekaligus penutup album tersebut.

Secara cerita, “Pesan Terakhir” menggambarkan perjuangan seseorang yang telah berusaha mempertahankan hubungan, namun menyadari cintanya tidak terbalas. Tokoh dalam lagu itu sampai pada kesimpulan bahwa ia “tak berhak untuk terus memaksamu”, sebuah pengakuan bahwa memaksakan perasaan hanya akan menambah luka. Dari titik itu, perpisahan dipilih sebagai jalan yang dianggap paling baik, meski berat dijalani.

Bagian emosional lagu muncul ketika sang tokoh meminta permintaan terakhir: genggaman tangan, pelukan, dan ciuman di kening untuk yang terakhir kalinya. Momen ini menjadi simbol penutup hubungan yang pernah berarti, sekaligus cara meninggalkan kenangan manis sebelum benar-benar menghilang.

Meski memilih pergi, lirik “Pesan Terakhir” juga menegaskan bahwa rasa sayang tidak serta-merta lenyap. Sang tokoh menyatakan tidak membenci orang yang dicintainya dan bahkan masih membuka diri untuk dicari ketika orang tersebut terluka. Dalam bingkai cerita lagu, mundur dan merelakan menjadi bentuk ketulusan, meskipun konsekuensinya adalah menanggung rasa sakit sendiri.

Di balik melodi yang sendu, “Pesan Terakhir” memuat pesan tentang keberanian mengungkapkan perasaan terdalam sebelum terlambat, serta menerima kenyataan bahwa perpisahan kadang dipilih demi kebahagiaan bersama. Lagu ini ditulis oleh Mario Gerardus Klau dan diproduseri oleh Tohpati.