BERITA TERKINI
Diskoria Rilis Album Perdana ‘INTONESIA’ dalam Format Kaset dengan Edisi Slipcase

Diskoria Rilis Album Perdana ‘INTONESIA’ dalam Format Kaset dengan Edisi Slipcase

Duo disko Indonesia, Diskoria, yang beranggotakan Merdi Simanjuntak dan Fadli Aat, merilis album perdana bertajuk INTONESIA dalam format fisik kaset pita. Perilisan ini turut menghadirkan kemasan eksklusif berupa edisi sampul selongsong (slipcase) yang ditujukan bagi pencinta musik retro dan kolektor rilisan fisik.

Langkah menghadirkan album dalam format kaset diambil sebagai perayaan perjalanan musik Diskoria yang dikenal kental dengan nuansa pop disko Indonesia era 1980-an. Melalui medium analog tersebut, Diskoria ingin menawarkan pengalaman mendengarkan yang lebih taktil dan bernuansa nostalgia di tengah dominasi platform digital.

Album INTONESIA merangkum sejumlah karya hit Diskoria serta beberapa lagu baru yang dikurasi. Kehadiran slipcase pada edisi kaset ini disebut bukan sekadar elemen tambahan, melainkan bagian dari pernyataan estetika yang mengacu pada standar koleksi fisik bagi penggemar rilisan berkualitas.

Distribusi kaset dilakukan serentak melalui berbagai kanal, termasuk toko musik independen dan platform daring resmi pada pekan ini. Jakarta menjadi pusat distribusi utama, dengan sejumlah toko musik fisik terpilih melaporkan antusiasme pembeli sejak hari pertama stok tersedia.

Pemilihan format kaset juga didorong oleh keinginan Diskoria untuk mengapresiasi budaya rilisan fisik yang kembali diminati dalam tren analog revival. Pihak manajemen menilai format tersebut paling merepresentasikan identitas visual dan auditori Diskoria yang terinspirasi dari arsip musik lokal masa lalu.

Edisi khusus kaset INTONESIA dapat dibeli langsung di toko rekaman maupun melalui pemesanan daring. Karena diproduksi dalam jumlah terbatas, edisi ini diperkirakan akan cepat menjadi incaran di kalangan kolektor.

Melalui perilisan INTONESIA dalam balutan kaset, Diskoria berharap dapat menjembatani generasi muda untuk mengenal kekayaan musik Indonesia dengan cara yang lebih autentik. Album ini diposisikan tidak hanya sebagai medium pemutar lagu, tetapi juga sebagai artefak budaya yang merekam kebangkitan musik dansa lokal di era modern.