BERITA TERKINI
Lokakarya “Melodi Tiga Penjuru” di Kapuas Hulu Dorong Inovasi Musik Tradisi dan Akses Dana Indonesiana

Lokakarya “Melodi Tiga Penjuru” di Kapuas Hulu Dorong Inovasi Musik Tradisi dan Akses Dana Indonesiana

Lokakarya “Melodi Tiga Penjuru” digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebagai upaya memperkuat pelestarian musik tradisi melalui inovasi sekaligus perluasan akses pendanaan.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku seni lokal untuk mengembangkan ekosistem musik tradisi, mulai dari pengembangan instrumen, penggarapan aransemen lagu daerah, hingga produksi video klip yang tetap berakar pada kearifan lokal. Lokakarya berlangsung pukul 09.30–13.30 WIB.

Selain membahas sisi kreatif, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui program Dana Indonesiana. Aspek ini dipandang penting agar karya seni tradisi tidak berhenti pada panggung pertunjukan, melainkan dapat berkembang menjadi produk budaya yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Tiga narasumber dihadirkan untuk berbagi pengalaman. Anurruddin H. M. Sood dari Golden Timur menekankan pentingnya regenerasi pelaku seni tradisi. Ia menyebut lokakarya tidak hanya berfokus pada pelatihan teknik, tetapi juga pada pemahaman bagaimana karya yang berakar pada budaya lokal dapat memiliki nilai jual dan daya saing.

Richard Maulana dari Bengkel Seni Putussibau menyoroti perlunya inovasi yang tetap menjaga akar tradisi. Menurutnya, pelaku seni dapat mencoba format baru, misalnya memadukan alat musik tradisional dengan visual modern dalam video klip, selama identitas Kapuas Hulu tetap menjadi ruh utama karya.

Dari sisi kelembagaan, Gusti Enda dari Bamusbud Kalimantan Barat mengingatkan bahwa karya yang baik membutuhkan dukungan ekosistem. Ia menilai jejaring dan dukungan lembaga penting agar seniman tidak berjalan sendiri. Panitia, kata dia, membatasi peserta maksimal 20 orang agar diskusi lebih mendalam dan kolaborasi antarkomunitas dapat terbentuk secara nyata.

Dengan pembatasan peserta, pelaksanaan lokakarya dirancang interaktif tanpa ceramah satu arah. Peserta terlibat dalam praktik, bedah karya, serta penyusunan rencana produksi yang dapat diajukan ke Dana Indonesiana. Sejumlah peserta juga membawa demo instrumen sape’ dan lagu daerah untuk diaransemen ulang.

Lokakarya “Melodi Tiga Penjuru” diharapkan menjadi titik awal lahirnya karya-karya inovatif berbasis budaya Kapuas Hulu yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat identitas seni tradisi di tengah derasnya arus musik modern serta membuka jejaring antarpelaku seni se-Kalimantan Barat. Anurruddin menutup dengan harapan agar penguatan musik tradisi membuat generasi muda tidak asing dengan budayanya sendiri.