BERITA TERKINI
Lebih dari 1.000 Sekolah di Ninh Thuan Ikut Hari Pertunjukan Seni Bela Diri dan Musik Vovinam

Lebih dari 1.000 Sekolah di Ninh Thuan Ikut Hari Pertunjukan Seni Bela Diri dan Musik Vovinam

Lebih dari 1.000 sekolah di Provinsi Ninh Thuan berpartisipasi dalam kegiatan “Hari Pertunjukan Seni Bela Diri dan Musik Vovinam untuk Siswa SMA”. Program ini digelar sebagai kegiatan praktis untuk merayakan keberhasilan Kongres Partai Nasional ke-14, pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16 serta Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk periode 2026–2031, sekaligus memperingati 80 tahun Hari Olahraga Vietnam (27 Maret 1946–27 Maret 2026).

Penyelenggara menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Resolusi No. 71-NQ/TW Politbiro yang menekankan terobosan dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan. Resolusi itu antara lain menegaskan perlunya memfokuskan sumber daya untuk investasi pembangunan dan modernisasi sekolah serta ruang kelas, memastikan fasilitas dan peralatan memadai dan memenuhi standar, termasuk ruang praktik, ruang pembelajaran pengalaman STEM/STEAM, area bermain, dan lingkungan untuk pelatihan fisik.

Dalam keterangannya, penyelenggara juga menekankan bahwa Vovinam—seni bela diri Vietnam—dipandang bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan budaya yang berakar pada identitas nasional. Vovinam disebut mewujudkan semangat kesatria, kemauan yang teguh, dan aspirasi untuk kemajuan rakyat Vietnam. Setelah berkembang lebih dari 88 tahun, Vovinam disebut menjadi satu-satunya seni bela diri Vietnam yang hadir di 76 negara dan wilayah di lima benua, dengan jutaan praktisi di dalam dan luar negeri.

Program ini tercatat menarik lebih dari 730.000 siswa sekolah dasar, menengah, dan atas dari 1.047 sekolah di seluruh Ninh Thuan. Jumlah tersebut disebut sebagai partisipasi siswa terbanyak yang pernah tercatat di provinsi itu hingga saat ini.

Selain dimaknai sebagai kegiatan peringatan, acara ini juga disebut mengkonkretkan arahan Sekretaris Jenderal To Lam terkait penguatan pengajaran mata pelajaran budaya dan seni untuk mendorong perkembangan siswa secara holistik. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penyebarluasan gerakan pendidikan jasmani di sekolah, menumbuhkan solidaritas, disiplin, dan tanggung jawab bersama, serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan sehat.

Penyelenggara menilai, melalui kegiatan semacam ini, sekolah dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang kuat secara fisik, memiliki semangat kebangsaan, dan siap mengabdikan kemampuan serta tenaga untuk pembangunan berkelanjutan tanah air dan negara.