KEDIRI — Lagu-lagu lawas dari grup kasidah legendaris Nasida Ria kembali ramai didengar dan viral di kalangan Generasi Z. Grup yang dibentuk di Semarang, Jawa Tengah, pada 1975 ini dikenal konsisten menyampaikan dakwah melalui karya-karyanya dari masa ke masa.
Salah satu pendengar muda, Noura Salma Graziella (18), siswi SMAN 1 Kediri, mengaku pertama kali mengetahui Nasida Ria dari TikTok. Ia kemudian mencari tahu lebih jauh melalui orang tua dan neneknya. “Setahu saya yang sering digunakan untuk backsound story medsos lagu ‘Jilbab Putih’, ‘Bom Nuklir’, ‘Sarang Dosa’, sama ‘Tahun 2000’. Awal dengar sedikit aneh tapi lama-lama bagus juga,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Pengalaman berbeda disampaikan Osmond Keitaro (14), siswa MTsN 2 Kota Kediri. Ia mengenal lagu-lagu Nasida Ria saat kegiatan pentas seni di sekolah. Menurutnya, pembina ekstrakurikuler band meminta para siswa berlatih dan membawakan lagu-lagu Nasida Ria untuk acara sekolah. “Pak Roni, Pembina Ekstrakurikuler Band kami, beliau meminta anak-anak band latihan lagu-lagu ‘Nasida Ria’ dan membawakannya di event MTs,” kata Osmond yang mahir memainkan drum.
Nasida Ria disebut sebagai grup band tertua di Indonesia yang menghadirkan syi’ar Islam dalam setiap karya. Selain tampilan khas dengan outfit berwarna hijau dan pink yang menyala, perhatian publik juga tertuju pada kepiawaian para personelnya—yang seluruhnya perempuan—dalam memainkan berbagai instrumen musik.
Sepanjang kiprahnya, Nasida Ria telah merilis lebih dari 30 album yang mewarnai dunia musik Indonesia. Kini, karya-karya tersebut dapat dinikmati kembali melalui berbagai platform musik digital oleh generasi muda, antara lain album Perdamaian (1982), Tahun 2000 (1982), Keadilan (1988), Jilbab Putih (1990), Bom Nuklir (1990), Sarang Dosa (1993), Nusantara Bersatu (2001), hingga Nasida Ria Reborn (2018).