Alunan piano memenuhi Istana Kebudayaan dan Kerja Persahabatan Vietnam-Ceko pada penghujung Mei, saat para siswa musik dari Hai Phong dan berbagai provinsi serta kota lain berkumpul dalam Kompetisi Bakat Piano Hai Phong 2026. Ajang ini menjadi ruang tampil sekaligus wadah belajar bagi peserta muda yang membawa semangat dan impian di bidang musik.
Kompetisi diselenggarakan Persatuan Sastra dan Seni Hai Phong bekerja sama dengan Nguyen Duy Art and Musical Instruments Co., Ltd. Kegiatan ini terbuka bagi siswa berusia 5 hingga 18 tahun yang belajar piano di sekolah, pusat seni, klub, maupun kelas privat. Setelah melalui babak penyisihan daring sejak Maret hingga pertengahan Mei, para peserta terpilih melaju ke semi-final yang digelar pada 30–31 Mei.
Di panggung, setiap kontestan membawakan satu karya atau rangkaian karya berdurasi maksimal tujuh menit, dengan pilihan gaya klasik, romantis, atau impresionistik. Meski masih berusia belia, sejumlah peserta tampil dengan kepercayaan diri, kepekaan musikal, dan teknik permainan yang dinilai menonjol.
Salah satu peserta, Bui Phuc Lam dari Kelurahan Dong Hai, Hai Phong, mengatakan ia belajar piano sejak usia tujuh tahun. Ia mengikuti kompetisi dengan harapan meraih hasil baik sekaligus mendapat kesempatan berinteraksi dengan teman sebaya yang memiliki minat serupa, belajar lebih banyak, dan meningkatkan kemampuan tampil.
Peserta lain, Nguyen Thi Kim Ngan dari Kelurahan Tran Nhan Tong, Hai Phong, menyebut kompetisi ini sebagai kesempatan menguji kemampuan dalam suasana profesional setelah masa persiapan dan latihan yang panjang. Menurutnya, pengalaman berdiri di atas panggung membantu mengasah kepercayaan diri dan menguatkan langkahnya dalam menekuni jalur karier musik.
Pengalaman para peserta mencerminkan kecenderungan yang dinilai positif, yakni meningkatnya perhatian keluarga terhadap pendidikan seni, serta bertambahnya siswa yang memilih musik sebagai sarana mengembangkan pemikiran, emosi, dan keterampilan hidup. Dalam konteks itu, kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga lingkungan untuk memupuk minat, memicu kreativitas, dan menumbuhkan semangat belajar.
Dari sisi pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi guru dan pusat seni terhadap efektivitas pengajaran. Selain itu, kompetisi membantu siswa terbiasa menghadapi tekanan dan memperoleh pengalaman pertunjukan. Setiap penampilan dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pertumbuhan artistik.
Kompetisi ini juga ditempatkan dalam arah pembangunan budaya Kota Hai Phong. Resolusi No. 80-NQ/TW dari Politbiro dan Resolusi No. 05-NQ/TU dari Komite Partai Kota Hai Phong menempatkan budaya sebagai sumber daya endogen dan pendorong pembangunan. Hai Phong menargetkan diri menjadi Kota Musik dan secara bertahap bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang musik pada 2045.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kota disebut tidak hanya membutuhkan program seni berskala besar atau infrastruktur budaya modern, tetapi juga generasi seniman muda serta komunitas pecinta musik. Kompetisi seperti Kompetisi Bakat Piano Hai Phong dinilai menjadi salah satu cara membangun fondasi itu.
Panel juri tahun ini melibatkan sejumlah seniman dan instruktur, antara lain pianis Luu Duc Anh, pianis Tran Viet Bao, konduktor Nguyen Phu Son, pianis Luu Hong Quang, serta para ahli pendidikan musik. Kehadiran mereka disebut berperan menjaga kualitas profesional sekaligus memberi inspirasi bagi peserta.
Pianis Tran Viet Bao, dosen Departemen Piano di Akademi Musik Nasional Vietnam, menilai banyak peserta tahun ini memiliki dasar teknik yang baik. Ia menyebut hal itu menunjukkan adanya investasi yang serius dari keluarga dan lembaga pelatihan. Menurutnya, kompetisi berperan penting dalam menemukan bakat, menciptakan motivasi belajar, serta membimbing perkembangan calon musisi yang menjanjikan.