Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang kembali menggelar program “Tur Literasi Sumatera” untuk menyambut usia ke-29 tahun. Setelah pada 2025 mengunjungi 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, tahun ini Kuflet melanjutkan agenda literasinya ke Provinsi Jambi.
Tur dijadwalkan berlangsung pada 12–18 April 2026 dengan tujuan lima kabupaten/kota di Jambi. Rangkaian kegiatan akan menyasar kampus, sekolah, dan komunitas sebagai ruang pertemuan antara pegiat seni, sastra, dan peserta di daerah yang dikunjungi.
Sejumlah agenda disiapkan dalam tur tersebut, antara lain workshop baca puisi, pelatihan menulis kreatif—meliputi puisi, cerpen, novel, dan esai—serta pelatihan jurnalistik. Selain itu, Kuflet juga merencanakan kegiatan penyutradaraan teater, monolog, dan diskusi buku.
Pendiri Komunitas Seni Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., mengatakan tur literasi telah menjadi agenda rutin tahunan komunitas. “Setiap tahun Kuflet melakukan tur literasi di Sumatera setelah sebelumnya menyinggahi 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Menurut Sulaiman, kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan ulang tahun, tetapi juga wujud komitmen komunitas dalam menyebarkan semangat literasi dan kesenian ke berbagai daerah. “Kami ingin berbagi pengalaman dan praktik baik dalam berkesenian dan berliterasi, sekaligus belajar dari komunitas-komunitas yang kami kunjungi,” tambahnya.
Pembina Kuflet, Muhammad Subhan, menilai Tur Literasi Sumatera menjadi wadah untuk membangun jejaring kreatif lintas daerah. “Tur Sumatera Kuflet adalah kegiatan berbagi praktik baik literasi ke sekolah, kampus, dan komunitas sekaligus membangun jejaring warga,” ungkapnya.
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang didirikan pada 12 Mei 1997 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Komunitas ini lahir dari gagasan para seniman, sastrawan, dan budayawan, di antaranya almarhum Prof. Dr. Mursal Esten, Dr. Sulaiman Juned, Drs. Jufri, Wiko Antoni, Maizul, dan Netti Herawati.
Sejak berdiri, Kuflet dikenal sebagai ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang teater, sastra, jurnalistik, serta diskusi publik. Dengan semboyan “Satu untuk Semua, Semua untuk Satu”, komunitas ini telah melahirkan berbagai karya, mulai dari penerbitan buku antologi puisi seperti Sumbu, pementasan teater, hingga diskusi sastra.
Memasuki usia ke-29 pada 12 Mei 2026, Kuflet menyatakan akan terus menegaskan perannya sebagai rumah tumbuh bagi seniman muda. Melalui Tur Literasi Sumatera, komunitas ini berharap dapat memperluas wawasan literasi sekaligus memperkuat jejaring antarpegiat seni dan sastra di Sumatera.

