Video musik (MV) “COME MY WAY” milik Sơn Tùng M-TP, yang merupakan kolaborasi dengan rapper Tyga, menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Perbincangan tidak hanya menyangkut musik dan visual, tetapi juga mengarah pada kontroversi dugaan apropriasi artistik terkait penggunaan bahasa visual karya seni instalasi “Tàn Chỉ” (Vestige of the Land) buatan seniman visual Lê Giang tanpa izin.
Isu ini mencuat setelah organisasi nirlaba Hanoi Grapevine pada 2 Juni menerbitkan artikel yang menyoroti kemiripan antara instalasi “Tàn Chỉ” dan latar yang muncul dalam MV tersebut. Dalam unggahannya, Grapevine menyebut adegan yang dipermasalahkan berada sekitar menit 3:55, serta mempublikasikan pertukaran email antara Lê Giang dan pihak produksi yang terlibat.
Dalam korespondensi itu, Lê Giang mempertanyakan asal-usul ide latar yang ditampilkan di MV. Ia menilai terdapat banyak kemiripan dengan “Tàn Chỉ”, karya yang ia ciptakan pada 2017 di bawah naungan Goethe Institute Hanoi. Seniman tersebut menjelaskan bahwa instalasinya memiliki ciri pahatan khas, termasuk struktur arsitektur yang mengingatkan pada rumah komunal tua di Vietnam Utara, permukaan yang kasar dan mengeras, serta ukiran relief naga di sekitar dasar kolom.
Setelah melihat kemiripan tersebut, Lê Giang menghubungi Microwave Soups untuk meminta klarifikasi apakah karyanya menjadi bagian dari pengembangan ide atau sistem referensi proyek. Menurutnya, jika sebuah karya digunakan dalam riset dan pengembangan ide, atribusi merupakan hal yang penting.
Microwave Soups, yang disebut sebagai unit pengarah seni dan desain set untuk MV, dalam balasan email mengonfirmasi bahwa gambar “Tàn Chỉ” sempat muncul pada fase riset awal dan dimasukkan ke dalam moodboard sebagai referensi. Namun, mereka menyatakan karya itu telah dihapus dari rencana kreatif sejak awal karena sutradara menilai tidak sesuai dengan arah proyek. Sejak saat itu, menurut penjelasan mereka, “Tàn Chỉ” tidak lagi berperan dalam proses pengembangan set.
Microwave Soups juga memaparkan proses pembuatan latar yang tampil di MV. Mereka menyebut ide awal berangkat dari keinginan menjadikan ulat sebagai simbol berulang bagi sang artis, sehingga tim desain perlu menciptakan ruang yang berfungsi sebagai habitat sekaligus panggung bagi karakter utama. Mereka menyatakan inspirasi arsitektur utama berasal dari rumah panggung tradisional Vietnam. Setelah survei lokasi di Ninh Binh, sutradara memutuskan menempatkan adegan di kawasan pegunungan kapur, sehingga konsep awal harus disesuaikan agar selaras dengan lanskap baru.
Menurut Microwave Soups, motif dekoratif serta detail pahatan pada kolom dan balok disusun dari riset pola arsitektur tradisional Vietnam. Sementara itu, puing-puing di lantai disebut sebagai kombinasi detail yang telah direncanakan sebelumnya dan penyesuaian di lokasi.
Kontroversi semakin meluas setelah unggahan Grapevine menarik perhatian publik. Pada pagi 3 Juni, Microwave Soups mengunggah permintaan maaf terbuka kepada Lê Giang. Dalam pernyataannya, mereka mengakui telah merujuk bahasa visual dari potongan relief dalam karya “Tàn Chỉ” tanpa izin maupun konsultasi terlebih dahulu.
“Kami bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini. Kami sangat menyadari bahwa setiap karya seni adalah hasil dari proses kreatif yang serius dan mengandung jejak pribadi yang mendalam… Kami dengan tulus meminta maaf karena tidak memperlakukan karya tersebut dengan cukup hati-hati dan hormat, serta kepada penciptanya,” tulis mereka. Microwave Soups juga menyatakan telah menghubungi seniman tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan berdiskusi mencari solusi.
Tak lama berselang, Antiantiart—perusahaan yang disebut bertanggung jawab memproduksi dan mengoordinasikan proyek—memposting ulang permintaan maaf Microwave Soups dan menyatakan ikut memikul tanggung jawab. Mereka mengakui adanya kegagalan dalam mengendalikan desain latar yang dikerjakan Microwave Soups, serta menegaskan tanggung jawab mereka dalam keseluruhan proses koordinasi dan pengendalian.
Sementara itu, pihak Sơn Tùng belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Pada 4 Juni, penyanyi tersebut justru mengunggah klip baru di media sosial yang menampilkan gerakan tari dari lagu “COME MY WAY”.
Situasi kembali memanas pada 5 Juni ketika Lê Giang angkat bicara secara resmi melalui unggahan panjang di halaman pribadinya. Ia menyatakan bahwa setelah mengirim permintaan penjelasan kepada Antiantiart dengan harapan pihak terkait bertindak dengan itikad baik, profesional, dan sesuai hukum, permintaan maaf yang telah dipublikasikan justru dinilainya “salah menggambarkan fakta” dan tidak mencerminkan sifat masalah secara akurat.
“Permintaan maaf ini tidak sopan dan tidak mencerminkan sifat sebenarnya dari penggunaan karya saya tanpa izin,” tulisnya. Ia juga berpendapat pihak-pihak terkait belum mengambil tanggung jawab spesifik atas apa yang ia anggap sebagai pelanggaran hak cipta berdasarkan hukum kekayaan intelektual.
Lê Giang menyatakan tim produksi belum melakukan tindakan konkret untuk bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran tersebut. Ia menambahkan bahwa hingga saat itu, pemilik MV yang menggunakan gambar dari karyanya belum menghubunginya untuk memenuhi kewajiban terkait penggunaan karya yang dilindungi hak cipta.
Selain aspek hukum, Lê Giang juga menyebut dirinya menghadapi serangan pribadi dan komentar yang merusak reputasi di media sosial setelah insiden ini menjadi konsumsi publik. Ia mengatakan hal yang paling menyakitkan adalah kontroversi ini melibatkan orang-orang di industri kreatif, yang menurutnya semestinya menempatkan penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual sebagai nilai inti.
Unggahan Lê Giang mengindikasikan persoalan belum mencapai titik temu. Meski unit produksi telah menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengakui kekurangan dalam proses atribusi, sengketa inti mengenai penggunaan karya tanpa izin masih dinyatakan belum terselesaikan.