Rangkaian konser langsung bertajuk “Ruang Tamu Tiga Generasi” dijadwalkan dimulai pada malam 14 Juni di Teater Ho Guom, Hanoi. Program ini akan mempertemukan sejumlah seniman dari lintas generasi, di antaranya komposer Duc Huy, penyanyi Ho Quynh Huong, serta penyanyi-penulis lagu Bui Cong Nam dan Vu Thanh Van.
Direktur keseluruhan sekaligus direktur musik, komposer Duong Cam, menyebut gagasan konser berangkat dari pertanyaan yang ia anggap kerap muncul dalam kehidupan keluarga modern: sejak kapan orang-orang tinggal di bawah satu atap, tetapi justru semakin menjauh satu sama lain. Ia menilai tiap generasi kini seakan hidup di “pulau” masing-masing, sehingga jarak tak kasat mata antara kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak makin melebar.
Berangkat dari situ, Duong Cam ingin menghadirkan kembali musik ke ruang yang paling intim dalam keluarga, yakni ruang keluarga—tempat yang dulu lekat dengan kebiasaan berkumpul, berbincang, dan berbagi emosi. Karena itu, “Ruang Tamu Tiga Generasi” tidak dirancang untuk menonjolkan kemegahan atau pertunjukan teknik panggung, melainkan menekankan pengalaman emosional dan koneksi batin.
Proyek ini juga disebut menjadi titik balik dalam pendekatan Duong Cam terhadap pementasan dan bahasa artistik. Selama bertahun-tahun, ia dikenal lewat karya mash-up yang kreatif. Namun dalam konser ini, mash-up tidak semata diposisikan sebagai teknik aransemen, melainkan diangkat menjadi “bahasa yang menghubungkan kenangan.”
Sejumlah lagu dari berbagai era dan gaya akan ditempatkan dalam satu struktur musik untuk membentuk dialog antar generasi. Lagu-lagu populer yang sudah akrab di telinga penonton akan diceritakan ulang dari sudut pandang baru, dengan menghadirkan musik masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam aliran yang terpadu.
Penyelenggara menekankan bahwa program ini bukan sekadar menggabungkan artis atau lagu secara acak, melainkan menyusun percakapan yang disengaja melalui musik. Penonton, misalnya, dapat menyaksikan karya Duc Huy bertemu dengan warna musik yang lebih muda dari Bui Cong Nam atau Vu Thanh Van, sehingga membentuk relasi emosional yang tak terduga namun terasa alami.
Kembalinya Ho Quynh Huong juga dipandang sebagai salah satu sorotan pada malam pembukaan. Dengan kekuatan batin dan kedalaman emosinya, ia diharapkan menjadi penghubung antargenerasi seniman, tempat teknik, pengalaman, dan perasaan bertemu dalam satu panggung.
Dari sisi visual, panggung “Ruang Keluarga Tiga Generasi” dirancang dengan gaya eksperimental di bawah arahan sutradara panggung Dang Xuan Truong. Gambaran ruang keluarga era 1980-an dan 1990-an akan dihadirkan kembali sebagai simbol kenangan dan reuni, lalu dipadukan dengan desain arsitektur modern yang minimalis untuk menciptakan transisi antara masa lalu dan masa kini.
Elemen cahaya, citra, dan gerak digunakan sebagai bagian dari bahasa artistik yang berjalan seiring dengan musik untuk membangun pengalaman multidimensi. Selain pertunjukan, program ini juga menyisipkan sentuhan emosional seperti kemunculan foto keluarga di atas panggung atau interaksi langsung antara seniman dan penonton.
Sesuai rencana, rangkaian konser “Ruang Tamu Tiga Generasi” akan menggelar delapan pertunjukan dari Juni 2026 hingga Februari 2027, dengan menghadirkan berbagai artis dari sejumlah generasi musik Vietnam.