BERITA TERKINI
Konser “Joining Hands” di Singapura Peringati 25 Tahun Wafat Trinh Cong Son, Hadirkan My Linh dan Tran Manh Tuan

Konser “Joining Hands” di Singapura Peringati 25 Tahun Wafat Trinh Cong Son, Hadirkan My Linh dan Tran Manh Tuan

Konser “Joining Hands” digelar untuk memperingati 25 tahun wafatnya musisi Trịnh Công Sơn, dengan tema “Penghormatan untuk Cinta & Perdamaian”. Pertunjukan ini dirancang sebagai penghormatan sekaligus ruang artistik yang membimbing emosi penonton sepanjang konser, dengan tujuan menghubungkan orang-orang melampaui batas geografis, generasi, dan budaya.

Sejumlah artis ternama dijadwalkan tampil, antara lain penyanyi My Linh, Duc Tuan, Tan Son, CeCe Truong, serta pemain saksofon Tran Manh Tuan. Konser juga melibatkan grup tari Arabesque Vietnam dan band Vinh Tam.

Selain musisi dan seniman dari Vietnam, program ini turut menghadirkan penampilan khusus dari anak-anak Vietnam yang lahir dan dibesarkan di luar negeri.

Trinh Vinh Trinh, saudara perempuan mendiang Trinh Cong Son, menyatakan bahwa selama bertahun-tahun konser peringatan untuk sang musisi telah diselenggarakan secara luas di berbagai daerah di Vietnam dan menjadi agenda budaya tahunan yang bermakna. Namun, penyelenggaraan di Singapura disebut memiliki arti tersendiri karena untuk pertama kalinya keluarga Trinh Cong Son terlibat langsung dalam konser peringatan di luar negeri sejak kepergiannya. Keterlibatan ini, menurutnya, didorong keinginan untuk melestarikan warisan musik Trinh Cong Son sekaligus mendekatkan karya-karyanya kepada komunitas Vietnam di berbagai negara.

Duta Besar Vietnam untuk Singapura, Tran Phuoc Anh, menilai konser penghormatan Trinh Cong Son di Singapura tidak hanya menjadi peringatan bagi seorang musisi besar Vietnam, tetapi juga kegiatan yang bersifat humanis bagi komunitas Vietnam yang tinggal, belajar, dan bekerja di negara tersebut. Ia menyebut program ini sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, terhubung, dan menemukan kembali nilai-nilai budaya yang familiar melalui musik, sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah air.

Atas nama panitia penyelenggara, Tran Tue Tri mengatakan “Joining Hands” tidak sekadar acara seni, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun citra nasional Vietnam. Ia menekankan peran budaya dan masyarakat sebagai fondasi bagi Vietnam untuk menegaskan posisinya di panggung internasional, dengan musik Trinh Cong Son dipandang sebagai salah satu kontribusi penting bagi kekuatan lunak bangsa.

Malam musik “Joining Hands” menjadi bagian dari pekan “Kemitraan Vietnam – Singapura untuk Pertumbuhan” yang berlangsung pada 16–19 April 2026 dan diisi beragam kegiatan. Penyelenggaraan ini juga bertepatan dengan tahun 2026 yang menandai satu tahun peningkatan hubungan Vietnam dan Singapura menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, yang membuka fase kerja sama lebih dalam di berbagai bidang.