JAKARTA — Komposer legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei, pukul 11.28 waktu New York, Amerika Serikat. Ia wafat pada usia 70 tahun.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima, James meninggal setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024. Hingga akhir hayat, ia didampingi istri, Lia Sundah-Suntoso, serta anak-anak dan keluarga.
Meski menetap di New York City sejak akhir 1990-an, keterlibatan dan kontribusi James terhadap industri musik Indonesia disebut tidak pernah surut. Kepergiannya meninggalkan warisan musikal yang telah memengaruhi perkembangan musik populer modern di Indonesia selama lebih dari lima dekade.
Nama James F. Sundah lekat dengan lagu “Lilin-Lilin Kecil”, yang diciptakan untuk ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors pada 1977. Lagu tersebut turut melambungkan nama Chrisye dan kemudian dinobatkan majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa.
Eksplorasi musikalnya berlanjut melalui sejumlah karya lain yang dikenal luas, antara lain “September Ceria” yang identik dengan Vina Panduwinata, “Ironi” yang dipopulerkan Lydia & Imaniar, serta “Astaga” yang dibawakan Ruth Sahanaya. Karya-karya tersebut menegaskan ciri khas James dalam merangkai harmoni pop dengan lirik puitis yang tetap dekat dengan pendengar.
Dedikasinya juga melampaui batas negara. James tercatat pernah berkolaborasi dengan personel band rock Scorpions dalam lagu “When You Came Into My Life”.
Selain dikenal sebagai pencipta lagu, James merupakan sosok yang vokal memperjuangkan hak kekayaan intelektual. Ia mendorong perbaikan ekosistem royalti dan penegakan hak cipta bagi musisi Indonesia melalui berbagai lembaga, termasuk WAMI (Wahana Musik Indonesia) dan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional). Bagi James, musik bukan semata persoalan estetika, melainkan profesi yang hak penciptanya harus dilindungi.
Sebelum meninggal, James disebut sempat merilis karya “Seribu Tahun Cahaya” pada 15 Oktober 2025. Lagu yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso itu dipersembahkan untuk istrinya. Pada tahun yang sama, AMI Awards 2025 juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award atas dedikasi dan kontribusinya.
Warisan James F. Sundah kini hidup melalui lagu-lagu yang terus diputar dan dinyanyikan lintas generasi, sekaligus menjadi rujukan bagi musisi muda. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang maestro yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah musik Indonesia.