Sebuah pertunjukan bertema yang digelar di SMA Nguyen Trung Truc 1, Kelurahan Rach Gia, menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat musik rakyat tradisional Vietnam Selatan. Di antara rangkaian penampilan, klub musik rakyat tradisional sekolah tersebut menarik perhatian lewat pertunjukan yang menunjukkan upaya pelestarian seni tradisi di lingkungan pendidikan.
Seusai pertunjukan, sejumlah siswa menceritakan pengalaman mereka menekuni musik rakyat tradisional. Duong Hong Sa, siswa kelas 10A5 yang menjabat Wakil Ketua klub, mengatakan ketertarikannya berawal dari kecintaan pada seni tradisional. Ia menyebut bimbingan Ketua klub, guru Tran Van Ky, membuatnya lebih memahami musik rakyat tradisional secara sistematis. “Semakin banyak yang saya pelajari, semakin bersemangat saya karena setiap karya, setiap lagu, tidak hanya membawa melodi yang indah tetapi juga mengandung keindahan budaya, kecintaan pada tanah air, dan kedalaman emosional yang unik dari seni Vietnam Selatan,” ujar Sa.
Sa kemudian mengajak untuk melihat sesi latihan klub di ruang tradisional sekolah, yang saat itu dipandu seniman musik tradisional Hoai Thu. Dalam latihan, Hoai Thu memperhatikan penampilan siswa, sesekali memberi contoh, serta mengoreksi ritme dan pelafalan. Para siswa mengikuti latihan dengan tertib: ada yang bernyanyi, ada yang menjaga ketukan, dan ada pula yang bersenandung mengikuti alur lagu.
Khuu Minh Toan, siswa kelas 10A11, menilai daya tarik musik rakyat tradisional Vietnam Selatan terletak pada lirik dan melodi yang memuat perasaan serta pemikiran. Menurutnya, setiap lagu terasa seperti potongan kisah kehidupan yang membantu pendengar memahami relasi antarmanusia, cinta tanah air, dan nilai-nilai lama.
Nguyen Ngoc Han, siswa kelas 10A8, menyampaikan bahwa kecintaannya pada musik tradisional tumbuh sejak kecil melalui lagu pengantar tidur yang dinyanyikan ibu dan neneknya. Ia mengaku pernah mencoba belajar lewat buku dan dokumen, namun akses informasi yang terbatas membuat prosesnya tidak mudah. Kesempatan belajar lebih terarah baru ia dapatkan setelah bersekolah di SMA Nguyen Trung Truc 1 dan bergabung dengan klub, sehingga ia dapat mempelajari musik tradisional secara lebih sistematis dengan metode yang tepat.
Selain bimbingan guru Tran Van Ky, para anggota klub juga mendapat pengajaran dari para ahli, termasuk Hoai Thu dan Truong Dau. Hoai Thu, yang bernama asli Le Thi Nhieu, menyatakan kegembiraannya melihat semakin banyak anak muda menaruh minat pada musik tradisional. Ia menilai semangat latihan para siswa menjadi alasan untuk optimistis bahwa seni tersebut dapat terus dilestarikan dalam jangka panjang.
Sementara itu, guru Tran Van Ky mengatakan klub akan mempertahankan kegiatan rutin dan mengembangkan keanggotaan agar lebih banyak siswa terlibat. Ke depan, klub juga berencana memperkuat pertukaran dengan unit dan klub lain untuk belajar dari pengalaman, mengundang para pengrajin agar siswa dapat belajar lebih sistematis, serta membuka lebih banyak kesempatan tampil di sekolah maupun kegiatan lokal. Upaya tersebut, kata dia, diharapkan dapat membantu menyebarkan kecintaan terhadap musik rakyat tradisional Vietnam di sekolah-sekolah.