Kelompok Musik Ki Ageng Ganjur dari Indonesia meraih penghargaan “The Preservation Development and Promotion of Traditional Music Performance” dalam ajang International Foklor Festival Boysun Bahori yang digelar di Boysun, Uzbekistan, pada 1–3 Mei 2026.
Pimpinan Kelompok Musik Ki Ageng Ganjur, Dr. Ngatawi Al Zastrouw, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka kelompoknya akan menerima apresiasi di festival itu. “Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kami senang dan bangga perjuangan kami diapresiasi oleh dunia. Ini surprise karena kami sama sekali tidak menyangka akan memperoleh penghargaan,” kata Zastrouw dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Daerah Boysun (Hokim) kepada Zastrouw. Selain penghargaan, Ki Ageng Ganjur juga menerima sertifikat, piala, serta sejumlah uang sebagai hadiah.
Ki Ageng Ganjur dinilai menghadirkan komposisi musik yang menggali unsur tradisi dan memadukannya dengan unsur modern. Pendekatan tersebut dianggap sebagai bentuk konservasi tradisi yang kreatif dan inovatif, sekaligus menegaskan peran kelompok itu sebagai pelestari dan pengembang tampilan musik tradisional.
Zastrouw menyebut penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja panjang Ki Ageng Ganjur yang selama 30 tahun konsisten melakukan penggalian dan pengembangan musik tradisional.
Kepala Pensosbud KBRI, Sintia Christian Saeh, menilai capaian ini menjadi kejutan yang membanggakan karena perwakilan Indonesia baru pertama kali mengikuti Festival Boysun Bahori. Duta Besar RI untuk Republik Uzbekistan dan Kyrgistan, Ruhaini Dzuhayatin, juga menyambut baik penghargaan tersebut. “Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas budaya Indonesia, sangat membanggakan. Selamat pada Ki Ageng Ganjur yang telah membawa tradisi Indonesia di panggung dunia,” kata Ruhaini.
Festival Boysun Bahori merupakan salah satu festival seni tradisi tingkat dunia yang diselenggarakan UNESCO bekerja sama dengan pemerintah Uzbekistan dan rutin digelar setiap dua tahun. Acara ini menampilkan berbagai seni tradisi rakyat serta presentasi budaya dari berbagai negara, sekaligus menyoroti keragaman tradisi global.
Selain bertujuan melestarikan seni tradisi, Festival Boysun Bahori juga diarahkan untuk memperkuat dialog antarbudaya dan mempromosikan rasa saling menghormati antarbangsa. Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 39 negara hadir sebagai peserta, di antaranya Jerman, Belarusia, Yunani, Amerika, Jepang, Pakistan, dan Indonesia.