Penyanyi yang kini berprofesi sebagai jurnalis, Khoi Minh, merilis album Khoi Minh Sings Trinh Cong Son – So I Love Him, sebuah proyek yang ia garap selama bertahun-tahun dan semakin ia tekuni setelah melewati gejolak pandemi COVID-19. Album berisi 10 lagu ini menampilkan komposisi-komposisi Trinh Cong Son yang dikenal sarat makna, dengan tujuan menghadirkan energi positif dan membangkitkan semangat pendengar pada momen-momen penting dalam hidup.
Dalam album tersebut, Khoi Minh juga menyertakan sejumlah tambahan kreatif yang ia tulis sendiri. Pada beberapa lagu, tambahan itu hadir sebagai variasi atau hiasan untuk menonjolkan tema asli, seperti pada “Today I Listen” dan “Every Day I Choose a Joy”. Pada lagu lain, ia menggabungkan karya asli dengan komposisi baru yang relatif berdiri sendiri untuk membangun alur cerita dramatis dan kontras, seperti pada “Still Seeing People’s Faces”.
Khoi Minh turut bereksperimen dengan rap melodis dalam “Living in a Rented Room” dan “Pilgrimage on the High Hill”. Bagian rap disebutnya sebagai dialog antara generasi muda dan para pendahulu, yang menghadirkan sudut pandang baru terhadap warisan musik Trinh Cong Son. Ia menegaskan telah meminta izin keluarga Trinh Cong Son sebelum mengembangkan karya-karya tersebut.
Menurut Khoi Minh, gagasan album ini berangkat dari gejolak emosi dan kecemasan yang ia alami selama pandemi. Ia merasa, pada masa-masa seperti itu, musik Trinh Cong Son—dengan kemampuannya berbagi, menenangkan, dan membangkitkan semangat—menjadi sandaran yang ia butuhkan.
Ia menilai musik Trinh Cong Son selalu memuat filosofi mendalam yang disampaikan lewat bahasa artistik yang halus dan kaya estetika. Romantisme dalam karya-karyanya, kata Khoi Minh, tidak terlepas dari kenyataan, melainkan berhadapan langsung dengan penderitaan manusia dan bangsa, sembari menyalakan kembali perdamaian, memperbaiki reruntuhan, dan menabur harapan.
“Musik Trinh Cong Son tidak hanya menghibur orang-orang di saat putus asa, tetapi juga mengingatkan kita untuk melihat hal-hal baik yang masih ada di sekitar kita. Mungkin itulah sebabnya, setiap kali kita merasa tersesat dan ragu-ragu, mendengarkan musik Trinh Cong Son membantu kita mendapatkan kembali ketenangan,” ujar Khoi Minh.
Album ini diaransemen dan diproduseri musisi Vu Minh Tam. Ia menyebut menggubah musik Trinh Cong Son sebagai pekerjaan yang “mudah sekaligus sulit”: mudah karena struktur melodinya ringkas dan fleksibel sehingga memberi ruang kreasi, namun sulit karena tantangannya adalah menghadirkan kebaruan tanpa menghilangkan semangat, lirik, dan pesan yang telah melekat kuat di hati publik. Vu Minh Tam berharap pendengar dapat merasakan emosi segar dan kesan unik dari album tersebut.
Salah satu sorotan album ini adalah duet “Giọt lệ thiên thu” (Air Mata Keabadian) bersama Seniman Berprestasi Lan Anh. Kolaborasi keduanya disebut menghadirkan perpaduan harmonis antara suara, mimpi, dan kenyataan, sekaligus menonjolkan kedalaman kontemplatif karya itu. Lan Anh dikenal sebagai penyanyi opera yang mampu menggabungkan teknik vokal tingkat tinggi ke dalam lagu-lagu populer secara alami dan lancar.
Lan Anh mengatakan ia menerima undangan kolaborasi bukan hanya karena persahabatannya dengan Khoi Minh, tetapi juga karena kecintaannya pada musik Trinh Cong Son sejak masa sekolah. “Musik Trinh Cong Son memberikan perasaan yang sangat nyaman bagi para penyanyi. Bukan berarti teknik tidak dibutuhkan, tetapi teknik tersebut harus disembunyikan, menjadi senatural bernapas… seperti bagaimana sang komposer menyampaikan filosofi yang mendalam melalui lirik lembut yang menyentuh hati,” katanya.
Setelah perilisan album Therefore I Love You, Khoi Minh dijadwalkan menggelar konser untuk memperkenalkan proyek tersebut pada 28 Maret di Ma May 55, Hanoi. Sejumlah artis tamu turut dilibatkan, yakni Artis Berjasa Minh Thu, Hoang Lan, Trinh Tri Anh, dan Dragon Plus.

