BERITA TERKINI
Khoi Minh Rilis Album Lagu Trinh Cong Son untuk Peringati 25 Tahun Wafat Sang Musisi

Khoi Minh Rilis Album Lagu Trinh Cong Son untuk Peringati 25 Tahun Wafat Sang Musisi

Khoi Minh, jurnalis musik yang bekerja di Hanoi, kembali menekuni dunia tarik suara yang sudah lama ia cintai sejak kecil. Setelah dewasa dan menjalani karier di bidang penulisan, ia mempelajari vokal secara formal, rutin menggelar pertunjukan mini, hingga merilis album.

Terbaru, Khoi Minh meluncurkan album Therefore I Love You yang berisi lagu-lagu karya Trinh Cong Son. Album ini dirilis untuk memperingati 25 tahun wafatnya musisi yang disebutnya sebagai favorit sejak masa kanak-kanak.

Dalam wawancara dengan Tuoi Tre Online, Khoi Minh bercerita bahwa ia mulai mendengar lagu-lagu Trinh Cong Son sejak usia lima tahun. Meski belum memahami sepenuhnya lirik lagu pada usia tersebut, ia mengaku sudah merasakan atmosfer “luas dan tak terbatas” yang dibangun sang musisi, dengan gambaran seperti “matahari terbenam ungu yang mewarnai trotoar” serta hujan yang jatuh di menara-menara kuno. Ia menyebut pengalaman itu seperti kehadiran Trinh Cong Son yang tersimpan di alam bawah sadarnya.

Khoi Minh baru aktif mendengarkan karya-karya Trinh Cong Son ketika duduk di bangku SMA di Ha Long, Quang Ninh, melalui kaset. Sejak saat itu, ia menyimpan keinginan untuk suatu hari membuat album versinya sendiri yang berisi lagu-lagu Trinh Cong Son.

Pada 2009, ketika masih menjadi reporter muda, Khoi Minh merilis album musik Trinh Cong Son pertamanya yang berisi dua lagu, “Tình sầu” dan “Chiều một mình qua phố”, dengan dukungan musisi Do Bao. Saat itu, suaranya disebut sederhana dan tulus serta mendapat banyak pujian di forum musik. Ia sempat berpikir untuk membuat album yang lebih besar, namun baru setelah pandemi COVID-19 ia mulai mengembangkan gagasan tersebut secara serius dan mengerjakannya.

Proses penyelesaian Therefore I Love You memakan waktu lima tahun, disertai rangkaian pertunjukan mini yang menampilkan musik Trinh Cong Son, hingga akhirnya rampung tepat pada momen peringatan 25 tahun wafatnya sang musisi.

Album ini memuat 10 komposisi bernuansa kontemplatif yang, menurut keterangan dalam berita, menghadirkan energi positif dan dapat membangkitkan semangat pendengar ketika menghadapi masa-masa sulit. Salah satu kejutan dalam album ini adalah kehadiran penyanyi klasik Lan Anh yang berduet dengan Khoi Minh dalam lagu “Air Mata Keabadian”.

Selain mempertahankan ruh karya asli, Khoi Minh juga mengambil langkah eksperimental dengan menghadirkan pembaruan dalam beberapa lagu. Dari 10 lagu yang ada, lima di antaranya menampilkan bagian tambahan yang ditulisnya (bagian X), rap, serta harmoni vokal. Ia untuk pertama kalinya mencoba rap dengan melodi ciptaannya sendiri dalam dua lagu, “Living in a Rented Room” dan “Pilgrimage on the High Hill.”

Bagian tambahan yang ditulisnya kadang berupa variasi atau hiasan yang melengkapi tema lagu Trinh Cong Son, seperti pada “Hari Ini Aku Mendengarkan” atau “Setiap Hari Aku Memilih Sebuah Kegembiraan.” Pada beberapa bagian lain, pendekatan yang dipilih berupa penggabungan lagu asli dengan lirik tambahan yang relatif berdiri sendiri untuk membangun kisah yang lebih dramatis dan kontras, seperti dalam “Still Seeing People’s Faces...”.

Khoi Minh menilai karya-karya Trinh Cong Son sebagai mahakarya dari segi bahasa sastra maupun melodi, sekaligus menyebut pengaruh sang musisi telah menginspirasi banyak generasi setelahnya untuk terus berkarya. Ia juga mengatakan terinspirasi oleh Ha Le, musisi muda yang disebut berhasil memodernisasi musik Trinh Cong Son, sehingga mendorongnya menulis bagian-bagian X untuk beberapa lagu.

Sementara itu, Ha Le menyampaikan kekagumannya terhadap keberanian Khoi Minh dalam membawakan sejumlah lagu Trinh Cong Son dan memilih membuat album ketika, menurutnya, kebanyakan penyanyi jarang melakukannya. Ha Le juga mengaku terkejut dengan karakter vokal Khoi Minh, dengan penilaian bahwa nada rendahnya “sangat beresonansi” dan nada tingginya “hangat dan jernih.”