BERITA TERKINI
Kebiasaan Minum Jamu Bertahan Usai Pandemi, Muncul Kesadaran Baru soal Imunitas

Kebiasaan Minum Jamu Bertahan Usai Pandemi, Muncul Kesadaran Baru soal Imunitas

Sebuah kebiasaan kecil yang muncul pada masa pandemi Covid-19 ternyata masih bertahan hingga kini di sebagian keluarga. Di tengah situasi penuh ketidakpastian dan rasa cemas saat itu, kebiasaan sederhana seperti membuat dan meminum jamu menjadi salah satu cara yang dipilih untuk menjaga tubuh tetap kuat.

Di satu keluarga, rutinitas tersebut bermula bukan sebagai bagian dari gaya hidup, melainkan respons spontan untuk bertahan. Mereka mulai merebus jahe, kunyit, dan bahan lain yang tersedia, lalu meminumnya bersama. Seiring waktu, kebiasaan yang lahir dari kekhawatiran itu berubah menjadi kebutuhan yang terasa wajar dalam keseharian.

Pandemi memang mengubah banyak hal—ada yang hilang, rusak, atau terpaksa ditinggalkan. Namun, di balik perubahan besar itu, beberapa kebiasaan justru tumbuh perlahan dan menetap. Salah satunya adalah kebiasaan minum jamu yang terus dilakukan bahkan setelah situasi membaik.

Jamu yang dikonsumsi bukan produk instan dalam botol modern atau produk mahal dengan label ilmiah. Jamu dibuat sendiri dari hasil rebusan bahan-bahan sederhana, sebagian bahkan ditanam di lahan sempit di samping tembok rumah.

Rutinitasnya berlangsung setiap dua hingga tiga hari sekali. Air direbus, rimpang dipotong, dan aroma khas mulai tercium. Tidak ada seremoni khusus atau aturan baku. Kesederhanaan dan konsistensi itulah yang membuat kebiasaan ini bertahan dan terasa bermakna bagi keluarga tersebut.

Kebiasaan ini kemudian dipandang sebagai bagian dari lahirnya “generasi sadar imun”—kelompok orang yang setelah pandemi tidak lagi menganggap kesehatan sebagai sesuatu yang otomatis, melainkan sesuatu yang perlu diupayakan secara sadar.

Menariknya, perubahan itu tidak berawal dari hal besar. Justru dari langkah-langkah kecil di rumah, dari kebiasaan yang dilakukan berulang, hingga akhirnya membentuk kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan.