BERITA TERKINI
Delapan Kesalahan Pemula yang Membuat Pohon Alpukat Sulit Tumbuh Subur

Delapan Kesalahan Pemula yang Membuat Pohon Alpukat Sulit Tumbuh Subur

Menanam pohon alpukat kerap terlihat sederhana, terutama bagi pemula yang baru mulai berkebun di rumah. Banyak orang berharap tanaman akan tumbuh subur hanya dengan penyiraman rutin dan sedikit pupuk. Namun, tidak sedikit yang mendapati pohon alpukat justru tumbuh lambat, daun menguning, atau tidak berkembang.

Menurut Surono (50), penanam alpukat asal Gunungkidul, Yogyakarta, masalah tersebut sering bukan semata dipengaruhi cuaca atau kualitas tanah, melainkan kesalahan kecil yang dilakukan tanpa disadari. Surono, yang aktif menanam alpukat sejak 2003, menyebut ada delapan kekeliruan yang kerap dilakukan pemula dan dapat berdampak besar pada pertumbuhan tanaman.

“Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu sering menyiram hingga tanah becek, salah memilih bibit, serta kurang memperhatikan sinar matahari. Ada juga yang menanam batangnya itu terlalu dalam,” ujar Surono saat dihubungi melalui pesan teks, Selasa (21/4/2026). Ia menambahkan, kebiasaan jarang memangkas dan tidak rutin memberi pupuk juga membuat pertumbuhan lambat. Selain itu, media tanam yang terlalu berat seperti tanah liat dapat menahan air, dan ukuran lubang tanam yang tidak ideal bisa menghambat perkembangan akar.

Berikut delapan kesalahan yang disebut Surono dan kerap terjadi saat pemula menanam pohon alpukat.

1. Terlalu sering menyiram hingga tanah becek
Penyiraman berlebihan menjadi kesalahan paling umum. Tanah yang terlalu basah membuat akar kekurangan oksigen dan lebih mudah membusuk. Dampaknya, tanaman dapat layu, daun menguning, hingga mati perlahan. Penyiraman sebaiknya dilakukan secukupnya dengan melihat kondisi tanah—disiram kembali ketika permukaan tanah mulai kering—serta memastikan drainase berfungsi baik agar air tidak menggenang.

2. Salah memilih bibit
Pemula kerap memilih bibit tanpa memastikan kualitasnya, termasuk bibit dari biji yang varietasnya tidak jelas. Kualitas bibit berpengaruh pada kecepatan tumbuh, ketahanan terhadap penyakit, dan waktu berbuah. Surono menekankan pentingnya bibit yang sehat, tidak layu, dan berakar kuat. Bibit unggul hasil sambung pucuk atau okulasi dinilai cenderung lebih cepat tumbuh dan berbuah.

3. Kurang memperhatikan sinar matahari
Pohon alpukat membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk fotosintesis. Jika ditanam di lokasi terlalu teduh atau tertutup bangunan, pertumbuhan bisa tidak optimal, batang cenderung kurus, daun pucat, dan tanaman tumbuh lambat. Idealnya, alpukat mendapat paparan sinar matahari langsung sekitar 6–8 jam per hari.

4. Menanam terlalu dalam
Menanam bibit terlalu dalam sering dilakukan karena dianggap membuat tanaman lebih kokoh. Padahal, batang yang tertimbun tanah berisiko membusuk, terutama saat tanah lembap, dan akar dapat kesulitan memperoleh oksigen. Penanaman yang dianjurkan adalah pangkal batang sejajar dengan permukaan tanah.

5. Jarang melakukan pemangkasan
Pemangkasan kerap diabaikan, padahal berperan membentuk struktur tanaman, memperbaiki sirkulasi udara, dan mencegah cabang terlalu rapat. Tanpa pemangkasan, cabang dapat saling berebut nutrisi sehingga pertumbuhan tidak maksimal. Pemangkasan rutin membantu mengarahkan energi tanaman ke cabang yang lebih sehat dan produktif.

6. Tidak rutin memberi pupuk
Tanah tidak selalu cukup memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dalam jangka panjang. Kekurangan unsur hara dapat terlihat dari daun menguning, pertumbuhan lambat, dan batang lemah. Pemupukan rutin—baik organik maupun anorganik—diperlukan untuk menjaga kesuburan media tanam.

7. Menggunakan media tanam tanah liat berat
Tanah liat berat cenderung padat, sirkulasi udara buruk, dan menahan air terlalu lama. Kondisi ini meningkatkan risiko akar membusuk. Surono menyarankan media yang gembur dan berdrainase baik, misalnya campuran tanah, kompos, serta bahan seperti pasir atau sekam agar lebih porous.

8. Ukuran lubang tanam tidak ideal
Lubang tanam yang terlalu kecil dapat membatasi perkembangan akar dan mengganggu penyerapan nutrisi. Surono menyebut ukuran lubang tanam yang ideal sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm. Ruang tersebut memberi kesempatan akar berkembang lebih leluasa dan membantu tanah di sekitar tanaman menjadi lebih gembur.

Surono menilai, memahami kebutuhan dasar pohon alpukat—mulai dari pemilihan bibit, media tanam, hingga pola perawatan—dapat membantu pemula menghindari kegagalan yang berulang. Dengan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang kerap tidak disadari, peluang mendapatkan pohon alpukat yang sehat dan tumbuh optimal dinilai lebih besar.