Budaya Kediri yang kaya dan bersejarah disebut memiliki keterkaitan dengan berbagai budaya internasional. Dari peninggalan kerajaan hingga tradisi yang masih lestari, jejak Kediri terlihat dalam ranah seni, sastra, dan agama, sekaligus menunjukkan adanya hubungan budaya dengan sejumlah wilayah di luar Indonesia.
Salah satu warisan yang disorot adalah sastra. Kakawin Bharatayuddha, yang ditulis pada abad ke-12 pada masa Kerajaan Kediri, dikenal sebagai karya yang berpengaruh di Nusantara. Naskah ini mengadaptasi kisah epik Mahabharata dari India, yang juga menjadi bagian penting dalam budaya Hindu di berbagai negara seperti India, Nepal, dan Thailand.
Selain itu, disebutkan adanya kesamaan antara sastra Kediri dan budaya Jawa yang berkembang hingga Suriname. Di negara tersebut, banyak keturunan orang Jawa masih melestarikan seni dan sastra Jawa, termasuk yang berasal dari era Kediri.
Dalam konteks agama dan peninggalan sejarah, Kediri juga disebut pernah menjadi salah satu pusat penyebaran Hindu-Buddha pada abad ke-10 hingga ke-13. Keterkaitan dengan budaya India dan Tiongkok terlihat dari arca serta candi peninggalan Kediri yang dinilai memiliki kemiripan dengan relief dan arsitektur di India Selatan dan Sri Lanka.
Relief dan arca Buddha dari Kediri juga disebut memiliki kesamaan dengan peninggalan di Myanmar dan Kamboja. Hal ini dipandang sebagai penanda bahwa pada masa lalu terdapat hubungan dagang dan budaya antara Kediri dan negara-negara Asia lainnya.
Di bidang seni pertunjukan, wayang kulit yang banyak berkembang di Kediri telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Seni wayang dan gamelan juga disebut mendapatkan perhatian di berbagai negara, termasuk Belanda dan Jepang, melalui pementasan dan kegiatan kebudayaan.
Di Belanda, komunitas pecinta budaya Jawa disebut rutin menggelar pertunjukan wayang kulit. Sementara di Jepang, gamelan Jawa diajarkan di beberapa universitas sebagai bagian dari studi etnomusikologi. Rangkaian fakta ini memperlihatkan bahwa warisan budaya yang tumbuh di Kediri terus dikenal dan diapresiasi di berbagai negara.
Secara keseluruhan, budaya Kediri digambarkan tidak hanya berpengaruh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki hubungan dengan budaya internasional. Dari sastra hingga seni pertunjukan, warisan tersebut terus hadir dalam berbagai konteks lintas negara dan lintas zaman.

