BERITA TERKINI
JazzyVibes Angkat Jazz sebagai Representasi Suara Buruh di Hari Buruh Internasional

JazzyVibes Angkat Jazz sebagai Representasi Suara Buruh di Hari Buruh Internasional

Program JazzyVibes yang mengudara di 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta dan aplikasi RRI Digital menghadirkan tema khusus pada Sabtu malam, 2 Mei 2026. Disiarkan pukul 21.00 hingga 24.00 WIB, acara yang dipandu Lia Kusumawardani itu mengangkat tema “Jazz sebagai Representasi Suara Buruh.”

Mengambil momentum peringatan Hari Buruh Internasional, siaran tersebut tidak hanya memutar lagu, tetapi juga mengajak pendengar melihat jazz dari sisi sosial. Lia mengulas jazz sebagai medium yang lahir dari realitas para pekerja, terutama dari pengalaman komunitas African American di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.

Dalam penjelasannya, Lia menyebut bahwa musik pada masa itu menjadi bagian dari aktivitas kerja buruh di ladang dan perkebunan. “Work songs dan field hollers bukan hanya hiburan, tapi juga cara menjaga ritme kerja sekaligus mengekspresikan perasaan,” ujarnya di sela siaran.

Seiring waktu, pola musikal seperti call and response serta penggunaan blue notes berkembang menjadi ciri khas jazz. Perpaduan tradisi musik Afrika dan harmoni Eropa kemudian melahirkan blues, yang disebut sebagai fondasi utama jazz modern.

JazzyVibes juga menyoroti perjalanan jazz dari bentuk yang sederhana menuju genre yang lebih kompleks. Improvisasi dipaparkan sebagai elemen penting yang mencerminkan kebebasan berekspresi, terutama di tengah keterbatasan yang dihadapi para buruh pada masa itu.

Perkembangan jazz disebut semakin pesat ketika musik ini menyebar dari New Orleans ke kota-kota besar seperti Chicago dan New York. Pada era 1920-an hingga 1940-an, jazz tidak hanya tampil sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang kritik sosial.

Dalam siaran tersebut, dibahas pula bagaimana jazz kerap digunakan untuk menyuarakan isu ketidakadilan, termasuk pengalaman kelas pekerja dan diskriminasi rasial. Sejumlah musisi legendaris disebut sebagai contoh, antara lain Charlie Parker yang membawa bebop ke arah lebih kompleks dan intelektual, Charles Mingus yang dikenal lewat karya-karya kritik sosial dan diskriminasi, serta Max Roach yang menunjukkan jazz dapat menjadi alat advokasi sosial.

Melalui tema itu, JazzyVibes menegaskan jazz bukan sekadar musik, melainkan juga bentuk komunikasi sosial yang merepresentasikan pengalaman dan perjuangan kelompok marjinal, khususnya buruh. Program ini juga menekankan peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga konten edukatif dan reflektif yang relevan dengan isu sosial.

JazzyVibes dapat didengarkan melalui 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta maupun aplikasi RRI Digital.