BERITA TERKINI
Jamming Musik Kamis Malam di Kafe Satu Sisi Bojonegoro Jadi Ruang Kolaborasi Musisi Lintas Usia

Jamming Musik Kamis Malam di Kafe Satu Sisi Bojonegoro Jadi Ruang Kolaborasi Musisi Lintas Usia

BOJONEGORO — Gerimis yang turun di Bojonegoro pada Kamis (26/03/2026) malam menemani suasana hangat di Satu Sisi Kafe. Di tempat tongkrongan anak muda itu, pengunjung yang menikmati wedang sereh, kopi, jus buah, hingga camilan tampak menaruh ponsel di meja dan memusatkan perhatian ke panggung mini. Sejumlah musisi lokal bergantian tampil dalam format jamming yang spontan dan informal.

Setiap Kamis malam, Satu Sisi Kafe rutin menggelar live musik yang mempertemukan musisi dari berbagai latar, tanpa sekat grup, genre, maupun usia. Pada kesempatan itu, musisi era 1990-an terlihat berkolaborasi dengan pelajar SMA dalam satu panggung yang sama.

Salah satunya Putri, vokalis muda yang tampil diiringi gitar, bass, drum, dan keyboard yang dimainkan oleh musisi dari kelompok berbeda. Ia menyebut acara tersebut sebagai ruang berekspresi yang bebas.

“Di sini kita bebas, mau musik pop, rock, ataupun jazz, boleh banget di sini,” kata Putri. Malam itu ia membawakan lagu Sedia Aku Sebelum Hujan karya Idgitaf, yang disebutnya dijadwalkan tampil di Bojonegoro pada April mendatang.

Pandangan serupa disampaikan Rahmadian alias Mamad. Ia menilai ajang ini memberi keleluasaan bagi musisi untuk mencoba peran lain, misalnya gitaris yang dapat memainkan bass, drum, atau keyboard. Mamad, yang juga guru musik dan pernah tampil dari kafe ke kafe di Surabaya, merasakan energi tersendiri dari rutinitas jamming tersebut.

“Nggak ada yang nertawain di sini, ini apresiasi musik untuk diri kita sendiri,” ujarnya.

Penggagas sekaligus pemilik Kafe Satu Sisi, Yoseph, mengatakan kegiatan ini telah berjalan sekitar satu tahun. Ia menggambarkan konsep live musik di kafenya seperti “tarung bebas” yang membuka kesempatan bagi siapa pun untuk ikut, termasuk remaja pelajar SMP dan SMA yang berbaur dengan musisi lebih senior.

Menurut Yoseph, selain menjadi ruang tampil, jamming ini juga dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan, menambah wawasan, bertukar ide, serta memperkuat pertemanan antarmusisi. Ia menekankan bahwa peserta tidak harus berasal dari grup musik atau memiliki pengalaman panggung.

“Orang yang tidak punya kelompok musik, tidak pernah tampil di panggung, yang tidak pernah muncul sebelumnya, juga bisa ikutan. Ini adalah semacam kolaborasi spontan yang saling menguatkan,” kata Yoseph.

Yoseph berharap dari konsistensi kolaborasi tersebut, musisi lokal Bojonegoro dapat meningkatkan kualitas dan suatu saat mampu menembus level nasional, sesuatu yang menurutnya masih jarang terjadi dari daerah itu.

Menjelang larut malam, suasana tetap hidup. Para musisi melanjutkan penampilan dengan keakraban yang terasa di antara mereka. Lagu Begitu Indah dari Padi mengalun, menutup malam dengan nuansa hangat di tengah gerimis.