JAKARTA — Legenda musik Michael Jackson kembali menjadi perbincangan seiring penayangan film biopik berjudul Michael. Film ini melibatkan keponakan sang musisi, Jaafar Jackson, yang dipercaya memerankan sosok The King of Pop.
Jaafar disebut dinilai tepat untuk menghidupkan figur ikonik tersebut. Selain kemiripan penampilan, kemampuan akting dan suara yang ditampilkan juga disebut mampu memikat penonton. Tim produksi turut memanfaatkan proses pascaproduksi untuk membuat kemiripan vokal semakin terasa.
Dalam penggarapan audio, produksi menggunakan suara Jaafar Jackson dan aktor Juliano Valdi untuk menghadirkan dua fase usia Michael Jackson. Suara bicara diambil sepenuhnya dari kedua aktor—masing-masing untuk versi dewasa dan versi kecil—sementara bagian vokal diedit dan dilebur dengan suara Michael Jackson.
Pengarah musik film Michael, John Warhurst, mengatakan rekaman lagu dilakukan dengan melibatkan Jaafar dan Juliano. “Kami sering melakukan diskusi, bisakah Jaafar dan Juliano pergi ke studio dan merekam lagu-lagu itu, dan jawabannya adalah iya,” ujar Warhurst, dikutip dari The Hollywood Reporter, 24 April.
Menurut Warhurst, secara kemampuan, kedua aktor dinilai cukup untuk membawakan materi vokal yang dikenal luas publik. Namun, keputusan memasukkan suara Michael Jackson pada bagian vokal disebut berkaitan dengan pendekatan kreatif dan filosofi film. “Mereka mampu membawakan vokal tersebut. Tapi kemudian ini menjadi lebih tentang filosofi keseluruhan, yaitu ketika orang menonton film, apakah mereka ingin Michael yang asli menjadi bagian dari film ini, atau mereka hanya ingin 100 persen Giuliano dan Jaafar? Setiap film berbeda, tetapi di sini kami pikir orang-orang ingin Michael menjadi bagian darinya,” katanya.
Di pekan pertama penayangan, film biopik Michael dilaporkan meraih sambutan kuat. Film ini debut dengan pemasukan sekitar Rp318,7 miliar dan disebut menjadi salah satu film yang menonjol pada 2026.