JAKARTA — Penyanyi Isyana Sarasvati menilai kemahiran memainkan alat musik bukanlah syarat utama untuk meraih kesuksesan sebagai musisi. Menurutnya, kemampuan memainkan instrumen seperti gitar atau keyboard lebih tepat dipandang sebagai nilai tambah, sementara hal yang paling menentukan adalah ketulusan dalam menyampaikan emosi dan pesan lagu kepada pendengar.
Pernyataan tersebut disampaikan Isyana saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Musisi berusia 32 tahun itu menekankan bahwa esensi seorang penyanyi terletak pada kemampuan mentransfer rasa dan makna lagu secara genuine.
“Banyak penyanyi berbakat yang tidak bisa main alat musik, tapi mereka sangat tulus menyampaikan pesan lagu. Itu yang lebih penting,” ujarnya.
Isyana mengakui penguasaan instrumen dapat membantu musisi memahami struktur musik secara lebih mendalam. Namun, ia menegaskan kejujuran dalam berkarya tetap menjadi hal yang paling utama.
Dalam kesempatan itu, Isyana juga menyinggung perjalanan bermusiknya yang dikenal bertransformasi dari pop ke progressive rock yang lebih eksperimental. Ia menyebut perubahan tersebut merupakan bagian dari proses pencarian jati diri yang tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pembelajaran berkelanjutan dan keterbukaan terhadap hal-hal baru.
“Eksplorasi musik itu sama dengan mencari jati diri. Kita harus selalu terbuka untuk belajar hal baru,” jelasnya.
Isyana turut menyampaikan pesan bagi musisi muda agar tidak takut melakukan kesalahan. Menurutnya, kegagalan dan kekeliruan dapat menjadi pelajaran penting untuk menghasilkan karya yang lebih baik di masa depan.

