BERITA TERKINI
Isyana Sarasvati Jadi Juri The Icon Indonesia, Tekankan Kejujuran dan Eksplorasi Bermusik

Isyana Sarasvati Jadi Juri The Icon Indonesia, Tekankan Kejujuran dan Eksplorasi Bermusik

Ajang pencarian bakat The Icon Indonesia yang digelar SCTV menunjuk Isyana Sarasvati sebagai salah satu juri. Kehadiran Isyana diharapkan membawa perspektif baru dalam menilai dan menyaring talenta muda dari berbagai daerah.

Dalam perannya sebagai juri, Isyana menegaskan bahwa menjadi musisi tidak semata soal tampil di depan layar, melainkan tentang pemahaman terhadap esensi musik. Ia pun menyoroti kriteria yang menurutnya penting dimiliki peserta, mulai dari kejujuran dalam berkarya hingga kemauan untuk terus berkembang.

Menjawab pertanyaan apakah seorang penyanyi wajib bisa memainkan alat musik untuk disebut musisi, Isyana menilai kemampuan memainkan instrumen merupakan nilai tambah. Menurutnya, hal itu dapat membantu proses kreatif dan memberi pemahaman musik yang lebih utuh saat berlatih. “Menurut aku itu nilai tambah sih. Jadi bisa memahami musik secara lebih utuh, memudahkan kita saat berlatih,” kata Isyana di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemahiran teknis memainkan alat musik bukan syarat utama dan tidak menjadi jaminan. “Tapi lagi-lagi itu bukan syarat utama, dan bukan jaminan,” ujarnya.

Isyana menilai, dalam industri musik banyak penyanyi yang tidak memainkan alat musik namun mampu menyampaikan pesan lagu secara tulus. Ia mengapresiasi kemampuan peserta yang dapat membawakan karya secara apa adanya dan beresonansi bagi pendengar. “Karena banyak penyanyi berbakat yang tidak bisa main alat musik, tapi dia bisa menyampaikan pesan dan genuine,” jelasnya.

Selain itu, Isyana menekankan pentingnya eksplorasi dan keberanian untuk terus berevolusi. Menurutnya, dunia musik bergerak dinamis sehingga musisi muda perlu terbuka pada pengalaman dan pembelajaran baru sebagai bagian dari pencarian jati diri. “Itu sama dengan mencari jati diri kita, selalu terbuka untuk belajar hal baru,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses membangun identitas bermusik membutuhkan waktu dan konsistensi. “Itu buat aku pribadi sangat mencerminkan karya-karya aku yang lahir, dan tidak ada yang instan,” tegasnya.

Kepada para peserta The Icon Indonesia, Isyana menitipkan pesan agar tidak takut menghadapi kegagalan. Ia mendorong talenta muda untuk menjadikan kesalahan sebagai bekal memperbaiki diri. “Jangan takut sama gagal, jangan takut salah. Dengan salah kita jadi tahu yang lebih baik,” pungkas Isyana.