Sebuah pertunjukan eksperimental digelar untuk menguji penerapan notasi musik tradisional Hue serta metode pelapisan partitur musik dalam praktik pertunjukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek “Digitalisasi Notasi Musik Tradisional Hue - Fase 1: Pengajaran Eksperimental Metode Penulisan Notasi Musik pada Tranh dan Nguyet Dan”, yang dipimpin Pusat Konservasi Benteng Kekaisaran Hue dan didanai Dana Inovasi Vingroup (VINIF).
Program tersebut diselenggarakan untuk memverifikasi hasil pelatihan siswa dalam membaca, menulis, dan mempraktikkan notasi musik Hue. Selain itu, kegiatan ini juga menilai kemampuan peserta dalam menerapkan metode pelapisan notasi musik pada instrumen zither (tranh) dan moon lute (nguyet dan) melalui pertunjukan yang disertai penjelasan serta ilustrasi visual.
Penyelenggara menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan metode notasi musik Hue dan capaian awal proyek kepada kalangan profesional, lembaga media, serta masyarakat yang berminat pada pelestarian warisan musik tradisional.
Direktur Teater Seni Istana Kerajaan Hue, Hoang Trong Cuong, mengatakan pertunjukan ini merupakan bagian dari implementasi proyek untuk menampilkan hasil praktik para peserta setelah menjalani pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk memverifikasi efektivitas penerapan notasi musik Hue dan metode penataan partitur dalam pertunjukan nyata.
Cuong menjelaskan, notasi musik Hue terdiri dari not Ho - Xu - Xang - Xe - Cong. Namun, notasi itu tidak merekam seluruh teknik pertunjukan secara lengkap. Notasi hanya mencatat inti frasa musik, sedangkan cara ekspresi spesifik bergantung pada karakter setiap instrumen dan pengalaman praktis pemain.
“Melalui penampilan vokal, solo, duet, dan ansambel, program ini berkontribusi untuk memperkenalkan musik tradisional Hue kepada para profesional dan masyarakat umum. Ini juga merupakan sumber materi penting untuk membangun materi pembelajaran dan perpustakaan digital proyek di masa mendatang,” ujar Cuong.
Dalam program tersebut, siswa dari Teater Seni Istana Kerajaan Hue bersama para pengrajin menampilkan sejumlah karya musik tradisional khas Hue. Pertunjukan solo meliputi Kim Tien dan Pham Tuyet; duet menampilkan Lien Hoan; sedangkan ansambel zither dan moon lute membawakan Binh Ban - Tay Mai serta Nguyen Tieu - Ho Quang.
Salah satu sorotan acara adalah pertunjukan “Ensemble Sepuluh Bagian” yang merekonstruksi sepuluh karya klasik secara berurutan, yakni Pham Tuyet, Nguyen Tieu, Ho Quang, Lien Hoan, Binh Ban, Tay Mai, Kim Tien, Xuan Phong, Long Ho, dan Tau Ma. Rangkaian ini disebut merepresentasikan khazanah musik tradisional Hue, sekaligus menunjukkan teknik pertunjukan serta kemampuan peserta pelatihan dalam menerapkan notasi musik Hue setelah menjalani pembelajaran.
Melalui program eksperimental ini, nilai-nilai aksara musik Hue—sebagai warisan intelektual unik dalam musik tradisional—terus diteliti, diajarkan, dan secara bertahap didigitalisasi. Upaya tersebut diharapkan memperkuat landasan pelestarian warisan musik Hue di tengah konteks transformasi digital.