BERITA TERKINI
Hammersonic 2026 Tetap Bergemuruh di NICE PIK 2, Ribuan Penonton Padati Festival Dua Hari

Hammersonic 2026 Tetap Bergemuruh di NICE PIK 2, Ribuan Penonton Padati Festival Dua Hari

JAKARTA — Hammersonic Festival 2026 digelar di NICE, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, pada Sabtu dan Minggu, 2–3 Mei. Meski festival disebut sempat menghadapi berbagai penyesuaian, gelaran ini tetap berlangsung dan dihadiri ribuan penggemar musik keras yang memadati area acara.

Perpindahan lokasi tidak mengurangi antusiasme penonton dari berbagai daerah. Pada hari pertama, unit metalcore asal Australia, Parkway Drive, membuka atmosfer dengan penampilan yang memanaskan suasana. Vokalis Winston McCall bersama personel lainnya mengajak penonton larut dalam moshpit yang berlangsung masif di area festival.

Panggung Hammersonic 2026 juga menjadi momen penting bagi Jinjer. Band progresif metal asal Ukraina itu menjalani debutnya di Indonesia. Vokalis Tatiana Shmayluk tampil mencolok lewat transisi vokal dari clean ke growl yang mendapat respons kuat dari penonton.

Hammersonic tahun ini turut memperlihatkan beragam spektrum pendengar musik keras. Selain penggemar metal ekstrem, festival juga dihadiri penonton dari subkultur emo dan pop-punk.

Memasuki hari kedua, nuansa pertunjukan bergeser menjadi lebih emosional namun tetap bertenaga. The Red Jumpsuit Apparatus, unit post-hardcore asal Florida, Amerika Serikat, membawa penonton bernostalgia ke era 2000-an. Saat lagu “Face Down” dibawakan, penonton kompak bernyanyi bersama.

Kejutan lain datang dari Knuckle Puck. Band asal Amerika Serikat itu untuk pertama kalinya tampil di Jakarta. Meski sempat muncul keraguan soal kecocokan genre mereka di festival metal, sambutan penonton disebut berlangsung meriah. Circle pit yang lazimnya diwarnai dentuman death metal, kali ini berputar mengikuti ritme pop-punk.

Di akhir acara, CEO Ravel Entertainment sekaligus promotor, Ravel Junardy, naik ke panggung untuk menyapa penonton. Ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada para Hammerhead yang tetap hadir.

“Saya beserta semua tim yang ada di sini, dari hati yang paling dalam, meminta maaf kalau ada, kurang-kurang untuk tahun ini,” kata Ravel.

“Terima kasih atas dukungan kepada kami, tanpa kalian, Hammersonic tidak akan terus berlanjut. Hanya karena kalian, Hammerhead sejati di sini, terima kasih sebesar-besarnya,” sambungnya.

Ravel juga menegaskan komitmennya untuk menjaga Hammersonic tetap berjalan sebagai perayaan bagi penikmat musik keras di Indonesia. “Saya membuat Hammersonic, walaupun cuma ada 100 orang, saya akan tetap lanjutkan,” ujarnya.

Hammersonic 2026 pun berakhir, meninggalkan kesan kebersamaan di tengah moshpit dan distorsi yang menjadi ciri festival. Gelaran dua hari ini sekaligus memperlihatkan solidnya komunitas penikmat musik keras yang tetap hadir meramaikan festival.