BERITA TERKINI
Film Biografi “Michael” Ubah Babak Akhir, Kini Berakhir di Puncak Tur Bad

Film Biografi “Michael” Ubah Babak Akhir, Kini Berakhir di Puncak Tur Bad

JAKARTA — Film biografi “Michael” yang mengangkat perjalanan Michael Jackson menuju ketenaran dilaporkan mengubah bagian akhir ceritanya. Pada rencana awal, film ini disebut akan menyinggung tuduhan pelecehan anak yang muncul pada 1993.

Namun, adegan terkait skandal tersebut akhirnya dihapus setelah tim produksi menemukan adanya klausul hukum yang melarang penyebutan salah satu penuduh, Jordan Chandler. Keputusan itu membuat tim harus menulis ulang dan mengubah babak ketiga film.

Perubahan tersebut juga berdampak pada jadwal rilis. “Michael” yang semula direncanakan tayang pada April 2025 kini ditunda hingga musim semi 2026. Produksi melakukan syuting tambahan selama 22 hari, dengan tambahan biaya sekitar 10–15 juta dolar AS yang ditanggung pihak keluarga Jackson.

Dengan perubahan itu, film kini akan berakhir saat Jackson berada di puncak kejayaan, berlatar tur Bad. Fokus cerita diarahkan pada musik, hubungan Jackson dengan ayahnya, Joe Jackson, serta proses pemulihan dari luka bakar akibat kecelakaan iklan Pepsi pada 1984.

Dalam film ini, Michael Jackson diperankan oleh keponakannya, Jaafar Jackson, sementara Joe Jackson diperankan Colman Domingo.

Putra Jackson, Prince, terlibat sebagai produser eksekutif dan disebut hadir setiap hari di lokasi syuting. Sementara itu, dua anak Jackson lainnya, Bigi dan Paris, tidak ikut serta.

Meski Michael Jackson tetap menjadi sosok kontroversial, pihak keluarga menyatakan optimistis publik akan menerima film tersebut, dengan merujuk pada kesuksesan musikal “MJ” di Broadway dan pertunjukan Cirque du Soleil “One”.

Produser Graham King juga menyiapkan kemungkinan sekuel, yang disebut akan berfokus pada album “Dangerous” (1991) dan “Invincible” (2001), pembangunan Neverland Ranch, serta kecintaan Jackson pada hewan.

Studio memperkirakan “Michael” dapat meraih lebih dari 55 juta dolar AS di box office domestik pada pekan pembuka, dengan target pendapatan global mencapai 700 juta dolar AS.