BERITA TERKINI
Enam Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan Durian

Enam Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan Durian

Durian dikenal luas karena rasa manis legit dan teksturnya yang creamy. Saat musim tiba, tidak sedikit orang mengonsumsinya dalam jumlah besar sekaligus. Di balik kandungan nutrisinya yang beragam, durian juga menyimpan sejumlah risiko jika dimakan berlebihan, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Berikut beberapa dampak yang disebut dapat muncul ketika konsumsi durian tidak dikendalikan porsinya.

1. Lonjakan gula darah
Durian mengandung gula alami yang relatif tinggi dibandingkan banyak buah lain. Kondisi ini membuat durian berpotensi memicu peningkatan kadar gula darah dengan cepat, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar. Ahli gizi Beth Czerwony dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa durian dapat menyebabkan lonjakan gula darah bila porsinya tidak terkontrol. Karena itu, penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi buah tinggi gula, termasuk durian, untuk mengurangi risiko komplikasi metabolik.

2. Asupan kalori berlebih dan risiko obesitas
Durian termasuk buah yang padat kalori. Dalam porsi kecil saja, durian dapat menyumbang energi yang besar. Jika dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi—terutama tanpa diimbangi aktivitas fisik—kalori yang masuk bisa melampaui kebutuhan harian. Dr. Walter Willett dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas. Ia menekankan, meski berasal dari sumber alami, kalori tetap perlu diperhitungkan agar tidak berujung pada penumpukan lemak tubuh.

3. Gangguan pencernaan akibat serat berlebihan
Konsumsi serat dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan sistem pencernaan karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap peningkatan asupan serat. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

4. Memperburuk kondisi kardiovaskular tertentu
Kandungan kalori dan gula yang tinggi pada durian, jika dikonsumsi berlebihan, disebut dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Pada orang dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung, pola makan tinggi gula dan kalori berpotensi memperparah kondisi yang sudah ada. World Health Organization (WHO) dalam laporan globalnya juga menegaskan bahwa pola makan tinggi gula dan kalori merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung bila tidak dikontrol.

5. Sensasi “panas dalam” dan keluhan di mulut atau tenggorokan
Sebagian orang merasakan sensasi “panas dalam” setelah makan durian dalam jumlah besar. Menurut Dr Fox Online Pharmacy, durian dapat meningkatkan suhu tubuh karena kandungan senyawa sulfur di dalamnya. Efek ini disebut bisa memicu keluhan seperti tenggorokan kering, sariawan, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh.

6. “Mabuk durian” seperti pusing dan mual
Istilah “mabuk durian” kerap digunakan untuk menggambarkan pusing atau rasa tidak nyaman setelah makan durian berlebihan. Kondisi ini dikaitkan dengan kombinasi kandungan gula tinggi, kalori, dan senyawa aktif yang memengaruhi metabolisme. Penelitian dari University of Tsukuba di Jepang menyebut durian mengandung senyawa sulfur yang dapat menghambat kerja enzim pemecah alkohol dalam tubuh. Akibatnya, metabolisme tertentu dapat melambat dan memicu gejala seperti pusing, mual, serta jantung berdebar.

Dengan berbagai potensi dampak tersebut, durian tetap bisa dinikmati selama porsinya dikendalikan, terlebih bagi orang yang memiliki diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit jantung. Mengatur jumlah konsumsi menjadi langkah penting agar tetap dapat menikmati durian tanpa menimbulkan keluhan kesehatan.