Memastikan asupan makanan harian anak menjadi salah satu prioritas banyak orang tua. Selain menunjang pertumbuhan, sejumlah makanan disebut memiliki manfaat khusus bagi perkembangan otak, termasuk membantu daya ingat, fokus, konsentrasi, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Berikut empat jenis makanan yang disebut baik untuk kecerdasan otak anak, beserta cara memasaknya agar tetap menyehatkan.
1. Ikan berlemak dan makanan laut
Ikan berlemak dan makanan laut disebut mendukung perkembangan otak anak karena menyediakan protein, asam lemak omega-3, seng, yodium, dan mineral lain yang penting bagi fungsi otak dan kesehatan tubuh. Disarankan memilih jenis yang rendah merkuri, seperti udang, salmon, nila, kepiting, atau ikan kod. Sejumlah penelitian juga menyebut konsumsi ikan dapat meningkatkan ketajaman mental dan kesehatan otak karena kandungan omega-3 yang tinggi.
Untuk cara pengolahan, ikan dinilai lebih baik dimasak dengan cara dikukus dibanding dipanggang atau digoreng. Ikan juga disebut cocok untuk MPASI karena teksturnya mudah terurai.
2. Telur
Telur disebut sebagai pilihan yang murah dan mudah ditemukan. Makanan ini mengandung kolin, vitamin B12, dan protein yang dikaitkan dengan perkembangan otak serta peningkatan fungsi kognitif. Disebutkan pula bahwa dua butir telur per hari dapat menyediakan kolin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian anak di bawah usia 9 tahun. Sejumlah penelitian medis mengaitkan asupan kolin dengan peningkatan daya ingat, kemampuan memproses emosi, dan kapasitas mempertahankan perhatian.
Telur dapat diolah dengan cara direbus atau dibuat omelet. Telur juga mudah dipadukan dengan sayuran untuk menambah variasi nutrisi.
3. Sayuran berdaun hijau
Sayuran hijau seperti kale, bayam, selada, dan brokoli kaya akan vitamin A, vitamin B6, folat, serta zat besi. Konsumsi sayuran hijau yang rendah kalori disebut tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap sehat, tetapi juga penting untuk kesehatan otak. Disebutkan pula bahwa sayuran hijau dapat membantu meningkatkan fungsi otak yang sehat pada anak-anak dan remaja.
Sayuran hijau dapat diolah dengan cara direbus, ditumis dengan sedikit minyak, atau dijadikan smoothies. Cara ini dinilai lebih sehat dan membantu mengoptimalkan kandungan vitamin di dalamnya.
4. Kacang dan biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian juga disebut bermanfaat untuk kecerdasan otak anak karena mengandung vitamin B6, folat, zat besi, asam lemak omega-3, dan protein. Beberapa pilihan yang disebut antara lain almond, kacang brazil, mete, hazelnut, dan kenari. Makanan ini disebut dapat dikenalkan mulai usia 6 bulan saat anak sudah mulai bisa mengonsumsi makanan padat.
Menurut penelitian, pengenalan dini terhadap alergen seperti kacang-kacangan disebut dapat mengurangi risiko alergi di kemudian hari. Namun, orang tua diingatkan untuk tidak memberikan kacang utuh karena berisiko menyebabkan tersedak.
Untuk penyajian, kacang dapat diolah menjadi selai kacang tanpa pemanis, lalu ditambah air agar menjadi bubur yang lebih ringan dan lembut. Alternatif lain, kacang bisa dicincang halus dan dicampurkan ke smoothie, yogurt, atau oatmeal untuk anak di atas usia 20 bulan.
Dengan memilih bahan makanan yang tepat dan cara masak yang sesuai, orang tua dapat membantu memastikan anak mendapat asupan gizi yang mendukung kesehatan tubuh sekaligus perkembangan otak.