Departemen Kebudayaan dan Olahraga Kota Ho Chi Minh menyatakan tengah menilai video musik “Truth Or Dare” milik Jun Pham yang memicu perdebatan publik. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers rutin mengenai situasi sosial-ekonomi pada sore 9 April.
Perwakilan departemen menanggapi kontroversi yang muncul karena sejumlah gambar dalam video musik tersebut dinilai memiliki implikasi sensitif. Video itu juga menjadi sorotan lantaran tidak memiliki klasifikasi peringkat usia.
Menurut departemen, produk video musik yang dirilis secara daring saat ini berada dalam cakupan berbagai ketentuan hukum, mulai dari regulasi terkait seni pertunjukan hingga keamanan siber dan hak kekayaan intelektual. Namun, mereka juga menyebut bahwa hingga kini belum ada aturan mengenai peringkat usia untuk produk musik yang dirilis di platform digital.
Departemen Kebudayaan dan Olahraga Kota Ho Chi Minh sebelumnya menerbitkan dokumen bernomor 3566/SVHTT-NT yang meminta organisasi, individu, dan pelaku usaha di bidang seni pertunjukan di wilayah tersebut untuk memperkuat disiplin serta memastikan kejujuran dalam kegiatan seni pertunjukan.
“Kami telah diberi informasi mengenai insiden tersebut dan sedang dalam proses menilai dan mengevaluasinya, serta meminta pendapat ahli dari Dewan Kesenian, lembaga terkait, dan para ahli. Departemen akan segera mengeluarkan kesimpulan resmi dan menginformasikan kepada pers,” kata perwakilan Departemen Kebudayaan dan Olahraga Kota Ho Chi Minh.
Video musik “Truth Or Dare” dirilis Jun Pham pada malam 28 Maret. Karya tersebut ditulis oleh Jun Pham bersama APJ, dengan produser Monotape dan disutradarai Kien Ung. Produk ini disebut digarap dengan investasi besar dan menandai upaya membangun citra yang lebih muda serta berani.
Tak lama setelah diluncurkan, video musik itu menuai kontroversi. Perdebatan publik terutama menyoroti dua hal, yakni citra yang dianggap sugestif dan kualitas musiknya. Salah satu bagian yang ramai dibicarakan adalah adegan sekitar menit 2:30 dengan konsep “pesta sashimi”, yang dinilai memiliki konotasi sugestif dan cepat menyebar di media sosial. Sejumlah pihak juga mempertanyakan kesesuaian transformasi citra Jun Pham yang dinilai berani namun memicu pro-kontra.