Sebuah keluarga di Tiongkok terkejut setelah mengetahui hewan yang mereka pelihara selama dua tahun ternyata bukan anjing, melainkan seekor beruang. Keluarga tersebut baru menyadari hal itu setelah hewan yang awalnya dibeli sebagai “anak anjing” tumbuh besar dan menunjukkan ciri-ciri satwa liar.
Pemilik bernama Su Yun membeli hewan itu pada 2016. Saat itu, hewan tersebut sempat dikira anak anjing jenis Mastiff Tibet. Namun, keluarga mulai curiga karena nafsu makannya tidak biasa. Su Yun mengatakan hewan peliharaannya dapat menghabiskan satu kotak buah-buahan dan dua ember mi setiap hari.
Setelah dirawat selama dua tahun, hewan yang semula dianggap anak anjing itu tumbuh menjadi beruang hitam dengan bobot sekitar 113 kilogram. Keluarga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pusat penyelamatan satwa liar Yunnan.
Setelah diidentifikasi, satwa itu diketahui sebagai beruang hitam Asia, yang dikenal memiliki dada berwarna putih. World Wildlife Organisation (WWF) menyebut beruang tersebut termasuk satwa kelas dua yang dilindungi di Tiongkok. WWF kemudian mengirim tim penyelamat untuk mengevakuasi beruang tersebut.
Menurut laporan Los Angeles Times, beruang hitam kerap diburu karena bagian organ tubuhnya dipercaya dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Beruang hitam Asia juga dilindungi karena termasuk hewan yang terancam punah.
Masih terkait perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi, pemberitaan Banjarmasinpost.co.id menyebut Polda Kalimantan Selatan pernah mengungkap kasus penjualan bagian tubuh beruang. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan puluhan taring dan kuku beruang madu, serta taring dan kulit macan dahan yang disebut siap dijual.
Direktur Krimsus Polda Kalimantan Selatan Kombes M Rizal Irawan, Selasa (15/5/2018), mengatakan penangkapan dilakukan setelah adanya informasi penjualan bagian tubuh hewan dilindungi. Polisi menyita antara lain 36 taring beruang madu (Helarctos malayanus), 11 kuku beruang madu, lima taring macan dahan (Neofelis diardi), dua kulit macan dahan, dua taring buaya muara (Crocodylus porosus), serta dua taring rusa sambar (Cervus unicolor).

