BERITA TERKINI
Deretan Lagu Berbasis AI di Vietnam yang Viral dan Ditonton Jutaan Kali

Deretan Lagu Berbasis AI di Vietnam yang Viral dan Ditonton Jutaan Kali

Gelombang musik yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) kian menonjol di platform digital Vietnam. Sejumlah lagu—baik karya baru maupun versi cover—secara konsisten mengumpulkan jutaan penayangan dan ramai digunakan di media sosial, sekaligus memancing perhatian publik terhadap peran AI dalam proses kreatif.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah “50 Years Later” (50 năm về sau), versi cover berbahasa Vietnam dari lagu Tiongkok yang ditulis Dang Thanh Tuyen berdasarkan versi asli yang dibawakan Hai Lai A Moc. Awalnya, Dang Thanh Tuyen membawakan lagunya sendiri namun tidak terlalu populer. Popularitasnya melejit setelah diaransemen ulang menjadi balada rock metal oleh penyanyi AI bernama F47, dengan perpaduan pop dan balada rock yang memberi warna baru. Lagu ini diunggah ke YouTube pada November 2025 dan, setelah empat bulan, telah melampaui 13 juta penayangan. Di media sosial, lagu tersebut kerap dipakai untuk konten bertema cinta dan pernikahan, termasuk kutipan lirik “Aku berdoa agar 50 tahun dari sekarang / Kita akan selalu bersama” yang dianggap mewakili janji cinta jangka panjang. Dang Thanh Tuyen tetap merendah, menyebut dirinya bukan musisi atau penyanyi profesional, melainkan seseorang yang mencintai musik dan mencipta karena ketertarikan pribadi.

Awal 2026, V-pop juga diramaikan oleh “My Wedding” karya Trong Nhan yang dibawakan penyanyi virtual Tieu My (Xiao Mei). Dengan lirik yang viral, “Dua tahun berpegang teguh pada cinta yang tak bernama...”, lagu ini menembus sekitar 5 juta pendengar di YouTube dan sempat menduduki puncak Trending. Vokalnya dibuat menggunakan teknologi Suno AI, termasuk untuk menangani bagian falsetto yang kompleks. “Kesempurnaan” teknis itu memicu perbandingan antara versi cover “live-action” dan versi nyata. Dalam pemberitaan, keberhasilan lagu ini disebut terkait strategi pemasaran yang direncanakan, termasuk penciptaan citra Tieu My yang sangat realistis hingga mengejutkan penonton saat fakta terungkap. Lagu tersebut disebut mengukuhkan posisinya sebagai lagu AI paling sukses di Vietnam hingga saat ini.

Sementara itu, “Say My Life for You” (Say một đời vì em) sempat ramai karena disalahpahami sebagai karya yang sepenuhnya dihasilkan AI. Padahal, lagu yang dirilis pada Agustus 2025 ini merupakan kolaborasi manusia dan teknologi: diciptakan oleh Huong My Bong (Nguyen Thi Huong Bong), diaransemen serta diproduseri oleh Ken Quach, lalu dibawakan menggunakan vokal AI. Hingga kini, lagu itu meraih sekitar 2,1 juta penayangan dan termasuk fenomena musik AI yang banyak dicari pada 2025. Dengan elemen rumba modern dan bagian chorus yang menonjol—“Aku mabuk bukan karena alkohol, tapi karena aku sangat mencintaimu sehingga aku melupakan segalanya”—lagu ini cepat viral di TikTok. Menanggapi spekulasi publik, Huong My Bong menyatakan ia mulai membuat sketsa pada April, terinspirasi peristiwa emosional pribadi, lalu mengajak Ken Quach berkolaborasi pada Juni. Menurutnya, Ken menangani aspek teknis AI, namun AI hanya alat bantu: kontribusi AI disebut sekitar 10%, sedangkan sisanya adalah emosi, pemikiran, dan kreativitas manusia.

Berbeda dari tema cinta, lagu “Được” (Cukup) viral lewat pesan tentang hidup sederhana. Potongan lirik “Hidup damai sudah cukup...” sering muncul sebagai latar video TikTok bertema keseharian. Lagu ini dibuat oleh Quách Anh Thảo (Ken Quach), yang disebut berprofesi di bidang pemasaran, dengan teknologi AI dan telah ditonton sekitar 3,5 juta kali di YouTube. Menariknya, sejak awal lagu ini sudah diberi label “dihasilkan oleh AI”, namun perhatian luas baru datang setelah viral. Liriknya terinspirasi dari puisi “Peace Is Enough”, lalu diaransemen menjadi musik menggunakan AI. Kesederhanaan dan kedekatannya dengan pengalaman banyak anak muda disebut ikut mendorong penyebarannya.

Di antara lagu AI yang paling banyak didengar, “Vạn Lý Sầu” (Vạn Lý Sầu) mencatat lebih dari 16 juta penayangan di YouTube. Lagu ini mengusung tema perpisahan dan kerinduan, gaya yang dianggap akrab bagi pendengar musik arus utama. Diunggah oleh kanal Tro Music, lagu tersebut cepat memunculkan banyak versi cover dari berbagai penyanyi, yang ikut mendongkrak popularitas. Vokal yang diproses AI terdengar dalam dan emosional, membuat sebagian pendengar sulit mengenalinya sebagai produk teknologi. Namun, kontroversi muncul karena informasi penulis dan tim produksi disebut belum diungkapkan secara jelas—menjadi contoh isu transparansi dan kepemilikan dalam musik AI.

Perdebatan serupa juga muncul ketika AI digunakan untuk mengolah ulang karya-karya yang sudah dikenal lintas generasi. Pada Oktober 2025, cover AI lagu “Mưa chiều” (Hujan Sore) karya mendiang musisi Anh Bằng mendadak menarik perhatian dan meraih sekitar 3,1 juta penayangan. Sebelumnya, lagu ini telah sukses dibawakan oleh sejumlah penyanyi, termasuk Artis Rakyat Thanh Hoa, Phương Thanh, dan Mạnh Quỳnh. Penggunaan vokal AI dalam lagu yang begitu familiar memancing respons beragam: ada yang penasaran dengan kemampuan teknologi, sementara sebagian profesional menyuarakan kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan AI untuk “menciptakan kembali” karya musik. Meski demikian, versi ini tetap mencatat daya tarik tinggi di pencarian dan menjadi salah satu fenomena yang menonjol.

Selain itu, “Xin còn gọi tên nhau” (Mohon Tetap Saling Memanggil Nama) karya komposer Trường Sa—yang lama identik dengan suara penyanyi Lệ Thu—juga hadir dalam versi rock berbasis AI. Cover tersebut dilaporkan mengumpulkan sekitar 3,7 juta penayangan. Meski mempertahankan melodi yang dikenal, pengolahan vokal dan aransemen modern menghasilkan pengalaman berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa karya klasik dapat menjangkau audiens baru ketika diinterpretasikan ulang dengan teknologi.

Deretan capaian penayangan ini menegaskan besarnya minat publik terhadap musik berbasis AI di Vietnam, sekaligus membuka diskusi soal batas kreativitas, strategi penyajian, serta kebutuhan transparansi dalam produksi dan kepemilikan karya.