BERITA TERKINI
Bupati Kubu Raya Masukkan Agenda Keagamaan ke Kalender Tahunan Daerah

Bupati Kubu Raya Masukkan Agenda Keagamaan ke Kalender Tahunan Daerah

Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya memperkuat nilai-nilai keagamaan di wilayahnya dengan menetapkan sejumlah kegiatan keagamaan sebagai agenda resmi dalam kalender tahunan daerah. Untuk umat Islam, pemerintah daerah menetapkan empat kegiatan yang akan digelar setiap tahun.

“Empat agenda khusus yang muslim, ada pawai obor, kemudian Gema Idulfitri, Selawat Akbar yang mungkin dilaksanakan di momen Maulid atau Isra Mikraj, lalu menyambut Tahun Baru Islam. Keempatnya sudah positif kita masukkan dalam kalender tahunan,” kata Sujiwo usai menghadiri acara Gema Idulfitri di Bundaran Gaforaya, Sungai Raya, Jumat (27/3/2026) malam.

Menurut Sujiwo, kebijakan pengagendaan serupa juga akan diterapkan untuk peringatan hari-hari besar keagamaan lainnya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghormati dan menjaga keberagaman.

“Kemudian di agama yang lain kami juga akan agendakan, misalnya Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak Bersama, kemudian Nyepi, dan lain sebagainya. Jadi setiap hari besar keagamaan kita pastikan akan kita masukkan dalam kalender tahunan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyinggung keberadaan Bundaran Gaforaya yang disebutnya sebagai landmark baru kebanggaan masyarakat Kubu Raya. Ia mempersilakan seluruh elemen masyarakat memanfaatkan ruang publik tersebut secara bijak untuk berbagai kegiatan, termasuk pengembangan dan penampilan seni budaya.

“Gaforaya ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Harapan kami silakan dipergunakan semua kalangan agama, semua kalangan etnis. Untuk mengembangkan seni budaya, menampilkan seni budaya, silakan juga dipergunakan,” ucapnya.

Namun, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah disediakan. Ia menekankan perlunya menjaga kebersihan, etika, dan ketertiban bersama.

“Yang penting pesan saya, tumbuhkan rasa memiliki dan mencintai Bundaran Gaforaya dan Benteng Mangrove ini. Jaga kebersihan, jaga etika, jaga ketertiban, dan lain sebagainya. Karena memang negara, pemerintah, mempersembahkan Bundaran Gaforaya, mempersembahkan Benteng Mangrove ini untuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya.